Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Eksistensi Persem di Kancah Sepak Bola Nasional Terancam

20 Maret 2019, 19: 45: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Pelatih Persem Mojokerto musim lalu, Hartono memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat persiapan menghadapi babak kedua zona jawa Liga 3.

: Pelatih Persem Mojokerto musim lalu, Hartono memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat persiapan menghadapi babak kedua zona jawa Liga 3. (dokumen radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Waktu pendaftaran yang kian dekat, rupanya belum mampu menggerakkan pengurus dan manajemen Persem Mojokerto dalam memutuskan keikutsertaan di Liga 3 musim ini.

Meski telah di-warning Asprov PSSI Jatim, namun keputusan turun tak kunjung diberikan pengurus sebagai penanggungjawab tim. Kondisi ini semakin mengancam eksistensi Laskar Damarwulan sebagai tim yang baru lahir namun harus kembali redup.

Padahal, Skuad Badai Biru sempat menjelma sebagai salah satu kekuatan baru dari Jatim saat turun di kompetisi level tiga musim kemarin. Penilaian itu setelah melihat capaian Persem yang mampu menembus fase Nasional.

Bahkan, Asprov PSSI Jatim menobatkan Persem bersama dua tim lain sebagai tim kehormatan lantaran mampu menembus fase nasional dengan pergerakan mulai dari titik terbawah. Capaian itu tak tak bisa diikuti tim lain dengan segala kendala yang dihadapi.

Akan tetapi, situasi tersebut kini tak lagi tampak. Bahkan, seolah menurun tajam usai gagal menggandeng investor serta ditinggalkan manajemen. Hal itu terlihat dari nihilnya aktifitas tim di masa-masa persiapan yang sedang bergulir saat ini.

’’Kita hanya bisa menunggu bagaimana keputusan pengurus secara keseluruhan. Sementara ini masing-masing pengurus masih disibukkan dengan kegiatan di luar sepakbola,’’ tutur Eri Prayogo, sekretaris Persem Mojokerto.

Eri memang tidak bisa mendesak semua pengurus untuk segera memutuskan Persem turun atau tidak di Liga 3 musim ini. Selain harus dibicarakan secara matang, juga harus disusun dengan baik komposisi tim yang akan mengisi skuad Badai Biru selama semusim kedepan.

Hal ini untuk menghindari kebuntuan tim saat kompetisi sudah berjalan. Termasuk soal sumber keuangan yang harus dicarikan secara rinci. Sehingga keikutsertaan Persem di Liga 3 tidak sekedar menggugurkan kewajiban.

Untuk mensiasati pembahasan di sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi, pengurus kini berharap Asprov PSSI dapat memberikan kelonggaran. Atau memberikan perpanjangan waktu pendaftaran. Sehingga, pengurus bisa mencarikan solusi dalam memecahkan persoalan yang melanda.

Termasuk menyusun komposisi atau membentuk tim mulai dari seleksi pemain hingga latihan rutin. ’’Ya nanti akan kita minta permohonan perpanjangan waktu perdaftaran,’’ tambahnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia