Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Sungai Patung Meluap, Jalur Mojokerto-Pasuruan Lumpuh

20 Maret 2019, 17: 45: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumah relawan dan petugas mengatur lalu lintas dan membantu pengendara di Jalan Raya Pungging, Kab. Mojokerto, Selasa (19/3).

Sejumah relawan dan petugas mengatur lalu lintas dan membantu pengendara di Jalan Raya Pungging, Kab. Mojokerto, Selasa (19/3). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Jalan provinsi yang menjadi jalur Mojosari-Ngoro-Gempol, Kabupaten Pasuruan lumpuh total Selasa (19/3). Itu setelah hujan deras dalam waktu lama membuat Sungai Patung di Kecamatan Pungging meluap ke jalan raya.

Luapan air sungai terjadi di timur terminal baru Mojosari.  Tepatnya di Dusun Ketok, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging. Arus lalu lintas dari dua arah terganggu. ’’Lalu lintas dari dua arah padat merayap,’’ kata Agus Wahyu Cahyono, seorang relawan.

Bahkan, puluhan sepeda motor yang menerobos mogok. Dibantu relawan, pengendara harus mendorong sepeda motornya menepi. Mogoknya kendaraan disebabkan karena derasnya air sungai yang meluap ke jalan raya cukup dalam. ’’Mobil juga ada yang mogok,’’ bebernya.

Bahkan, banjir yang sudah menjadi langgan di jalur provinsi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang 1 km dari dua arah. Kemacetan paling parah ada di timur jembatan. Kendaraan yang masih nekat melintas harus ekstra hati-hati melewati banjir. ’’Ketinggian air mencapai di atas lutut,’’ tegasnya.

Kata dia, jalan poros yang menjadi jalur utama kendaraan melintas dari Mojosari menuju Pasuruan dan sebaliknya lumpuh akibat banjir dari luapan sungai. Kondisi seperti itu seolah sudah menjadi rutinitas dan langganan selama musim penghujan.

’’Setiap hujan kami selalu stand by untuk mengatur arus lalu lintas. Selain itu ikut membatu kendaraan yang mogok,’’ paparnya. Pemandangan serupa terjadi di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro. Air dari selokan meluber hingga jalan raya. Tepatnya di timur SPBU Ngretrep, Desa Sedati.

Meski jalanan sudah diperbaiki dan ditinggikan, nyatanya luapan air drainase di sisi barat jalan masih meluap. Tingginya air bah kiriman dari atas dan kawasan NIP, membuat saluran air tak mampu menampung. Banjir di jalanan pun terus terjadi. ’’Banjir yang terjadi, karena memang ada pendangkalan sungai dan irigas,’’ tandasnya.

Untuk menghindari korban, kendaraan yang melintas dari arah barat (Mojosari) dialihakan ke Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging. ’’Ditambah derasnya air hujan dan kiriman dari Pacet dan Trawas membuat debit air semakin deras,’’ paparnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia