Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Ribuan APK Dicopot Paksa karena Melanggar Aturan

16 Maret 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Satpol PP dan bawaslu terus membersihkan APK yang melanggar.

Satpol PP dan bawaslu terus membersihkan APK yang melanggar. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Tingkat kepatuhan calon anggota legislatif (caleg) dalam pemilu kali ini, sangat rendah. Hal itu terlihat dari ketaatan calon wakil rakyat itu terhadap pemasangan alat peraga kampanye (APK).  Ribuan APK dicopot paksa karena melanggar aturan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fakhrudin As’at, mengatakan, bawaslu yang berkolaborasi dengan satpol PP telah melakukan pelepasan alat peraga berbagai bentuk. Mulai spanduk, baliho, hingga billboard. ’’Sudah ada 1.700 lebih,’’ katanya.

Banyaknya APK yang dilepas, didominasi oleh kesalahan tempat pemasangan. Di antaranya, memasang alat peraga di pepohonan dan tiang listrik. ’’Jumlahnya paling dominan. Kalau yang lain, justru tidak seberapa,’’ tambah Aris.

Pepohonan dan tiang listrik, kata Aris, menjadi lokasi favorit sejumlah caleg dari berbagai tingkatan. Mulai DPR RI, DPRD Jatim, hingga DPRD Kabupaten Mojokerto. Mereka sengaja memasang di pohon dan tiang listrik untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan.

Aris menegaskan, pemasangan baliho atau spanduk, seharusnya independen. Memiliki tiang sendiri dan tak memanfaatkan fasilitas umum.

Selain itu, pelanggaran lain yang banyak ditemukan adalah lokasi pemasangan yang salah. Semisal, alat peraga terpasang di lembaga pendidikan, tempat peribadahan, rumah sakit, hingga gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas umum.

Pemasangan alat peraga itu sebenarnya telah tersosialisasi dengan sangat baik. Akan tetapi, ia memprediksi, banyaknya kesalahan pemasangan karena tim yang diterjunkan para caleg, tak memahami aturan. Sehingga, rambu-rambu yang seharusnya dilarang, justru dipasang.

Aris memastikan, jumlah APK yang dipreteli masih terus bertambah. Seiring getolnya bawaslu dan satpol PP melakukan pelepasan alat peraga yang tak sesuai aturan.

Seperti yang dilakukan tiga hari terakhir. Pria yang akrab disapa Asep ini, mengaku, bawaslu sudah menambah ratusan koleksi APK yang melanggar aturan dan sudah tersimpan di kantor bawaslu. (ron/abi)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia