Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Arungi Liga 3, Badai Biru Kesulitan Dana

14 Maret 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Gelandang serang lincah, Andik Kristanto, menjadi penggawa utama Persem Mojokerto saat mengarungi Liga 3 Jatim musim 2018.

Gelandang serang lincah, Andik Kristanto, menjadi penggawa utama Persem Mojokerto saat mengarungi Liga 3 Jatim musim 2018. (dokumen radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Detik-detik akhir jelang penutupan pendaftaran Liga 3 musim 2019 belum cukup menggerakkan pengurus Persem Mojokerto dalam memutuskan langkah mereka turun di kompetisi kasta terbawah sepak bola Indonesia itu.

Aktivitas tim, baik seleksi maupun latihan, bahkan belum sekali pun terlihat di Gelora A. Yani Kota Mojokerto sebagai home base resmi Laskar Damarwulan. Kondisi itu berbeda dengan klub atau tim daerah lain yang mulai menyusun komposisi tim terbaik. Yang mampu bersaing untuk bisa naik ke kasta lebih tinggi musim depan.

Tidak hanya soal pendaftaran tim, urusan pendanaan tim untuk menjalani kompetisi nanti rupanya juga belum menemui kejelasan. Usai gagal di Zona Nasional Liga 3 musim 2018, praktis pendanaan untuk skuad Badai Biru ikut terhenti.

Di mana, sumber keuangan tim selama ini hanya terpusat pada kantong pribadi manajemen, pengurus, serta dana kompensasi tim yang diberikan dari PT LIB. Sehingga, cukup sulit bagi manajemen dan pengurus mengulang upaya yang sama di musim 2019 nanti.

’’Selama ini Persem memang hanya didanai secara pribadi oleh Mas Yusuf (manajer tim Yusuf Andre) dan pengurus Persem. Kemarin kita coba cari investor ternyata juga tidak bisa. Sekarang kita masih berupaya untuk mencari di sumber lain,’’ tutur Eri Prayogo, sekretaris Persem.

Meski terhenti, namun pengurus kini mulai mengupayakan perburuan sumber dana pada sektor lain. Salah satunya dengan menggandeng pihak swasta sebagai sponsor utama atau pun pendukung tim. Di mana, nama besar Laskar Damawulan menjadi modal atas kerja sama antara manajemen dengan sponsor.

’’Sebenarnya musim lalu ada beberapa pihak swasta yang minat menjadi sponsor. Bahkan, ada juga dari beberapa bank swasta dan apparel yang mau mendukung operasional tim. Ya kita coba untuk menawari kembali kerja sama itu,’’ tambahnya.

Namun demikian, kerja sama itu bisa berjalan sempurna ketika tim sudah dipastikan turun di musim ini. Di mana, butuh kejelasan dan kepastian dari pengurus atau pun manajemen akan niat mereka mengarungi kompetisi amatir musim ini.

Sehingga, tidak ada keraguan dari pihak sponsor untuk bekerja sama membesarkan Persem sebagai tim sepak bola kebanggaan publik Mojokerto.’’Kita tunggu saja minggu depan. Pengurus pasti akan memberikan penjelasan. Sementara ini kita pertimbangkan dulu dari beberapa pengurus tentang upaya Persem musim depan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia