Minggu, 18 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

DBD Renggut Nyawa Siswa SD, sempat Alami Muntah-muntah dan Pusing

14 Maret 2019, 15: 51: 02 WIB | editor : Mochamad Chariris

Foto insert Vanya Rizka Lovelya semasa hidup yang tersimpan dalam handphone ibunda Vanya, Muslimah.

Foto insert Vanya Rizka Lovelya semasa hidup yang tersimpan dalam handphone ibunda Vanya, Muslimah. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Muslimah kini hanya bisa memandang foto kenangan buah hatinya yang tersimpan dalam smartphone. Memang, ibu rumah tangga asal Dusun Ketapang, Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tersebut masih nampak syok.

Dia seolah belum percaya jika putrinya, Vanya Rizka Lovelya, 7, tersebut telah meninggalkan dirinya dan keluarga untuk selamanya, Jumat (1/3) lalu. Muslimah mengaku, siswa kelas 1 SD itu meregang nyawa setelah diduga terserang demam berdarah dengue (DBD).

Dia menuturkan, pada tanggal 26 Februari lalu, Vanya diketahui mengalami muntah-muntah dan pusing. Mengetahui keluhan putrinya, Muslimah lantas memeriksakan Vanya ke bidan Desa Wonokerto, Kecamatan Pungging.

Namun, dari pemeriksaan sementara, bidan menyarankan agar keluarga segera membawa ke rumah sakit. Muslimah lantas merujuk ke RS Kamar Medika, Kota Mojokerto. ”Di sana (RS Kamar Medika, Red) tidak sampai rawat inap, hanya obat jalan saja selama dua hari,’’ katanya.

Keesokan harinya, anak tunggalnya tersebut tersebut mengadu masih mengeluhkan pusing dan mual-mual. Dikhawatirkan terjadi apa-apa, Muslimah bersama suami memutuskan membawanya ke RSI Sakinah Mojokerto. ”Setibanya di rumah sakit, Vanya mengalami muntah darah,” tuturnya.

Tim medis rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan lebih dalam. Termasuk melakukan tes darah untuk mengetahui dugaan gejala yang dialami Vanya. ”Katanya, Vanya positif  DBD,” tandasnya dengan menunjukkan foto Vanya.

Di luar dugaan, dalam waktu singkat kondisi putrinya dikabarkan semakin memburuk, dan kritis. Hingga akhirnya Vanya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.00. ”Di Sakinah cuma sebentar. Kami berangkat pukul 07.00 pagi, pukul 09.00 sudah meninggal,’’ tandas Muslimah lirih. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia