Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Vonis Mati bagi Rosat, Jadi Putusan Pertama PN Mojokerto sejak 1975

13 Maret 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rosat saat mendengarkan pembacaan putusan di PN Mojokerto, Senin (11/3).

Rosat saat mendengarkan pembacaan putusan di PN Mojokerto, Senin (11/3). (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto mencetak sejarah baru dalam pemutusan perkara pidana umum. Hal itu setelah majelis hakim menjatuhkan hukuman mati terhadap Rosat, 48, terdakwa pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, Elsa Marsia, 1, Senin (11/3).

Sejak berdiri tahun 1975, pengadilan memang belum pernah menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa yang melanggar kasus pidana. Humas PN Mojokerto Erhamuddin SH, mengaku dari sejarah berdirinya PN Mojokerto, hukuman terberat yang dijatuhkan sebelumnya terjadi di tahun 2014 lalu.

Hukuman itu dijatuhkan kepada terdakwa pembunuhan berencana, pasangan Yunanda Bagus Putra dan Restu Eka Brianti Tasari. Dua terdakwa tersebut terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana pada Fita Fitria Dewi, di Desa Claket, Kecamatan Pacet. Sehingga keduanya sama-sama dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara.

”Sebelumnya memang belum ada yang divonis mati dan seumur hidup. Baru kali ini saja,’’ katanya (12/3). Sebagai salah satu hakim yang terlibat langsung dalam sidang putusan Rosat, majelis hakim juga ingin memberikan teguran terhadap pelaku tindak kriminalitas. Khususnya dalam kasus pemerkosaan dan atau pembunuhan terhadap anak di bawah umur.

Sebab, lanjut Erham perbuatan tersebut dinilai sangat keji dan tidak berprikemanusiaan. Sehingga dikemudian hari tidak akan terulang kembali kasus yang sama. ”Itu manusia apa bukan? Sangat keji sekali. Kami menjatuhkan vonis mati, agar memberikan efek jera pada masyarakat Mojokerto,’’ tegasnya.

Ketua PN Mojokerto Muslim, SH, membenarkan vonis hukuman mati tersebut merupakan sejarah baru bagi PN Mojokerto. Sejak awal berdirinya pengadilan di Mojokerto, hukuman mati dan penjara seumur hidup belum pernah ada. Menurutnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman mati setelah menilai hukuman tersebut sepantasnya diberikan kepada terdakwa.

”Saya sendiri sepakat, itu sangat keji. Dan ini pertama dalam sejarah berdirinya PN Mojokerto. Ya, biar ke depannya tidak ada lagi yang membuat hal sejahat itu,’’ tuturnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia