Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Puluhan Lapak Dibongkar, Pedagang; Terus Kita Mau Makan Apa Pak?

13 Maret 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas gabungan saat melakukan pembongkaran puluhan lapak yang berdiri di bahu Jalan Raya Canggu, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto.

Petugas gabungan saat melakukan pembongkaran puluhan lapak yang berdiri di bahu Jalan Raya Canggu, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Puluhan bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Canggu,  Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dibongkar paksa Selasa (12/3).

Selain dinilai menyalahi aturan, bangunan itu mengganggu aktivitas jalan raya. Bahkan, menyebabkan penyempitan jalan hingga berimbas pada potensi terjadinya kecelakaan. Pembongkaran sempat diwarnai penolakan dari warga pemilik lapak lantaran pemberitahuan pembongkaran dianggap mendadak.

’’Kalau dibongkar, terus kita mau makan apa pak,’’ celetuk warga saat mendatangi Kantor Desa Canggu. Mereka meminta pemerintah agar menunda pembongkaran pada lapak dagangan yang telah berdiri selama puluhan tahun itu. Baik bangunan semi permanen maupun yang permanen.

’’Ini satu-satunya sumber penghasilan kami untuk mencukupi kebutuhan hidup setiap harinya,’’ tuturnya. Aksi penolakan bisa diredam Muspika setempat. Sebagian dari mereka akan diakomodir untuk direlokasi ke dalam pasar yang disediakan di desa masing-masing.

’’Yang jelas, ini akan kita rembukkan bersama perangkat desa perihal solusinya,’’ ungkap Camat Jatis Iwan Abdillah. Setelah terjadi negosiasi, menggunakan alat berat petugas gabungan, terdiri satpol PP TNI/Polri, serta instansi terkait lantas melakukan pembongkaran secara paksa.

Satu persatu bangunan permanen berada di seberang SPBU Canggu langsung dirobohkan menggunakan backhoe. Sebagian pedagang sibuk membersihkan lapak dagangan di dalam bangunan untuk diselamatkan. ’’Ada 36 titik bangunan liar yang akan kita bongkar,’’ ungkap Suharsono, Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, 36 ini tersebar si sejumlah desa di Kecamatan Jetis. Meliputi, Canggu, Jetis, Parengan, dan Perning. Termasuk yang berada di atas saluran drainase. Hanya saja, penindakan ini dilakukan secara bertahap dalam minggu ini.

Menyusul, dari beberapa titik pedagang masih dibutuhkan mediasi bersama peragkat desa untuk menghindari gesekan. Mediasi ini akan dilakukan di balai desa setempat pada hari ini dan difasilitasi Muspika. Suharsono menjelaskan, pembongkaran juga tak lepas dari dorongan Polresta Mojokerto, lantaran bangunan ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Dampaknya, terjadi penyempitan jalan higga berimbas terhadap tingginya kecelakaan disepanjang jalan tersebut. ’’Selama ini, bangunan liar itu menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan. Bahkan, hingga memakan korban jiwa,’’ tuturnya.

Memang, sejauh ini di jalan berstatus provinsi arus lalu lintasnya cukup padat. Utamanya di jam-jam sibuk. Seperti waktu berangkat dan pulang kerja dan sekolah. Saat pagi hari, sepanjang jalan Canggu juga terdapat pasar tradisional. Secara otomatis, aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Disinggung soal pemberitahuan yang dinilai mendadak, Suharsono membantah. Kata dia, pemberitahuan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Dia menjelaskan, tindakan tegas ini tak lepas dari masih membandelnya para pedagang.

Mengacu Pemendagri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat peringatan untuk membongkar secara sukarela sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Namun, hingga jatuh tempo, peringatan dari petugas penegak perda itu tak dihiraukan. Hingga kemarin mereka masih menempati lapak-lapak tersebut. ’’Sebenarnya,pembongkaran dilakukan Rabu (6/3) lalu. Tapi, karena kami memberi kelonggaran lagi. Hanya, faktanya mereka tetap membandel,’’ paparnya.

Hingga akhirnya pembongkaran tidak bisa ditunda lagi. ’’Kalau soal penolakan pedagang itu hal yang wajar. Tapi,  yang jelas, pembongkaran sudah sesuai SOP,’’ tegasnya. Sementara terkait relokasi bagi para pedagang, hal itu sudah dikomunikasi dengan Muspika setempat. ’’Mereka akan ditampung di pasar yang akan dibangun oleh desa masing-masing,’’ papar Suharsono. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia