Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Bawaslu Preteli Lima Billboard Nakal, Belasan Masih Mengantre

12 Maret 2019, 18: 47: 05 WIB | editor : Mochamad Chariris

Billboard bergambar salah satu Caleg DPR RI asal Demokrat, Rasiyo, di Jalan Mlirip, Jetis, dilepas Bawaslu Kabupaten Mojokerto.

Billboard bergambar salah satu Caleg DPR RI asal Demokrat, Rasiyo, di Jalan Mlirip, Jetis, dilepas Bawaslu Kabupaten Mojokerto. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto akhirnya mencopot lima reklame jenis billboard, di sejumlah lokasi Senin (11/3).

Pelepasan disebabkan pemasangan yang tak prosedural. Kelima billboard itu terpasang di Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis. Reklame bergambar Caleg DPR RI asal Demokrat, Rasiyo itu, dianggap melebihi batas kuota yang telah ditentukan KPU.

Dengan menggunakan crane, bawaslu dibantu petugas satpol PP melepas gambar dengan sangat cepat. Pelepasan selanjutnya menjamah reklame di depan kantor DPC PDI Perjuangan, di Jalan Raya Bypass.

Reklame berukuran 4 x 6 meter dan bergambar Capres Jokowi dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto Setia Puji Lestari itu juga dianggap melanggar aturan yang telah ditentukan.

Selanjutnya reklame di simpang lima Kenanten, Kecamatan Puri, bergambar Rasiyo, dan dua billboard di kawasan Trowulan bergambar Suhartin, caleg DPR Provinsi Jatim asal Demokrat.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faisal, mengatakan, reklame yang dilepas karena ditemukan pelanggaran yang sangat fatal. ’’Jumlah reklame sudah melebihi batas maksimal. Maka, harus kita lepas,’’ paparnya, kemarin.

Pelepasan itu dianggap telah melanggar Peraturan KPU Nomor 33 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. ’’Harus kita turunkan untuk melakukan penertiban,’’ kata Dody.

Penertiban yang dilakukan bawaslu kali ini, dipastikan Dody, sudah sangat prosedural. Karena, bawaslu sebelumnya telah melayangkan surat teguran dan meminta untuk segera menurunkan reklame secara mandiri.

Akan tetapi, hingga masa teguran memasuki batas akhir, kelima parpol tersebut tak menggubrisnya. ’’Terpaksa kita turunkan. Karena, sudah tidak ada iktikad baik,’’ tambahnya.

Penertiban kali ini dipastikan tak menyasar seluruh pelanggar. Dody menegaskan, bawaslu sudah mengantongi belasan alat peraga yang terdeteksi melanggar. Namun, dalam waktu dekat, akan segera menertibkannya.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia