Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Spesialis Jambret Handphone Asal Jombang Dimassa

12 Maret 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua spesialis jambret diamankan di Mapolsek Dlanggu pasca ditangkap warga.

Dua spesialis jambret diamankan di Mapolsek Dlanggu pasca ditangkap warga. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Dua spesialis jambret babak belur dihajar massa. Masing-masing Ervin Daniel Febrianto, 30, dan Moh. Roby Irwanto, 19, warga Dusun Kedungsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Mereka sudah ditahan di Polsek Dlanggu dan dalam pengembangan. Penangkapan keduanya tak lepas dari laporan korban jambret, Eva Nur, 18, warga Dusun Seduri, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu. ’’Korban mengalami kerugian Rp 2,6 juta dari handphone merek Oppo,’’ kata Kapolsek Dlanggu, AKP Airlangga Permadhi, Senin (11/3).

Dia menceritakan, penjambretan terjadi pada Minggu (10/3) sekitar pukul 15.00. Semula Eva Nur mengendarai sepeda motor berjalan dari arah Kutorejo menuju rumahnya di Dusun Seduri, Desa Tumapel. Di tengah perjalanan, tepatnya di gang dusun rumah, korban yang sendirian dipepet dua pelaku mengendari sepeda motor Honda Beat tanpa dilengkapi nopol.

’’Seketika itu, pelaku menyambar handphone korban yang ditaruh dashbord motor,’’ tuturnya. Tarik-menarik antara korban dan pelaku terjadi. Namun, upaya korban dalam mempertahankan handphon-nya kandas. Setelah dia terjatuh dari motor setelah ditendang pelaku.

Peristiwa itu seketika memantik perhatian warga. ’’Aksi kejar-kejaran antara warga dengan pelaku sempat terjadi,’’ ujarnya. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku berhasil ditangkap warga di area pabrik kerupuk Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu.

Keduanya langsung jadi bulan-bulanan warga. Petugas yang mendapati laporan bergerak datang ke tempat kejadian perkara. Bersama barang bukti, dua pelaku lantas diamankan ke Mapolsek Dlanggu. ’’Dugaannya, dua pelaku ini memang spesialis jambret,’’ tegasnya.

Untuk mengungkap tempat perkara lain, petugas masih melakukan pengembangan. Selain satu unit handphone hasil kejahatan, polisi juga mengamankan sepeda motor pelaku. Keduanya dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan. ”Ancaman hukumannya sekitar 5 tahun penjara,” tandas Airlangga.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia