Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Upaya Penambahan Jatah Jargas Tahun Ini Gagal

08 Maret 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga memanfaatkan jargas untuk kebutuhan memasak.

Warga memanfaatkan jargas untuk kebutuhan memasak. (dokumen radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kebijakan pengurangan kuota sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga oleh pemerintah pusat tak terelakkan. Sedianya, ribuan calon penerima bakal dicoret dari daftar lantaran kuota sambungan jargas dikepras menjadi 4 ribu sambungan.

Awalnya, Pemkot Mojokerto mendapatkan alokasi sambungan jargas mencapai 10 ribu sambungan. Sedianya diberikan pada tahun 2019 menindak lanjuti program serupa yang telah berjalan tahun sebelumnya.

Tahun lalu, sambungan jargas bantuan pemerintah pusat mencapai 5.000 titik meliputi lima kelurahan. Baik pemkot maupun Kemen ESDM RI bahkan telah mengantongi daftar calon penerima sambungan. Itu didasarkan usulan mulai dari tingkat RT/RW dan kelurahan.

Sebanyak 10 ribu calon penerima telah masuk daftar penerima sambungan jargas. Apesnya, awal tahun ini kementerian mengumumkan ada pengeprasan hingga menjadi 4 ribu penerima. Kalangan dewan berupaya mendorong Kemen ESDM RI menambah kuota sambungan jargas bagi Kota Mojokerto.

Lantaran, program sambungan jargas diterima baik warga Kota. Selain itu, program jargas di kota juga dijadikan pilot project hingga diresmikan Menteri ESDM RI Ignasius Jonan. Meski begitu, upaya pengajuan tambahan kuota agaknya sulit dipenuhi tahun ini.

’’Meskipun lewat PAK di APBN rupanya tidak bisa (penambahan kuota jargas),’’ ungkap Sonny Basuki Rahardjo, anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto pasca konsultasi ke Kemen ESDM RI, pekan ini. Ia mengatakan, upaya penambahan kuota disebutkan tidak dapat dilakukan tahun ini.

Malah, Kota Mojokerto, terbilang beruntung. Karena masih mendapatkan sambungan jargas sebanyak 4 ribu sambungan. Beberapa daerah lain di Jawa Timur, banyak yang hanya dapat sekitar 2 ribu sambungan. ’’Kota Mojokerto disebutkan masih untung dapat 4 ribu. Daerah lain lebih sedikit. Tapi, kami dorong tahun depan ada jargas lagi,’’ terang dia.

Disinggung soal seleksi calon penerima berdasarkan kuota yang didapatkan, Sonny mengaku, hal itu nantinya akan diseleksi tim pemkot. Karena, dari keterangan Ditjen ESDM, calon penerima nantinya ditentukan usulan masing-masing daerah. ’’Soal itu nanti dari Pemkot,’’ tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kabag Perekonomian Sekdakot Sumarmi, mengatakan, tidak ada seleksi ulang terhadap calon penerima sambungan jargas. Meski, ada pengurangan kuota penerima dari pemerintah pusat. ’’Tidak mencari ulang lagi. Tapi dari daftar yang sudah ada,’’ sebut dia.

Hanya saja, pihaknya menyebutkan, nantinya yang menyeleksi calon penerima bakal dilakukan tim dari Kementerian ESDM. Itu diambil dari daftar calon penerima kuota 10 ribu yang sudah rampung diusulkan beberapa waktu lalu. ’’Nanti dari pusat yang menyeleksi dari daftar 10 ribu itu,’’ sambung dia. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia