Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

JNE ”Ngajak Online” Mojokerto, UKM Antusias Belajar Fotografi Produk

07 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Peserta workshop berswafoto seusai mengikuti acara.

Peserta workshop berswafoto seusai mengikuti acara. (JNE for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam UKM di Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi.

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan, mulai dari bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan khas daerah ataupun aneka kerajinan.

Produk lokal kini berkembang menjadi lahan industri kreatif yang banyak digeluti UKM dengan memanfaatkan potensi suatu daerah. Hal ini tak lepas dari tuntutan zaman dan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat, sehingga produsen dalam hal ini UKM harus memutar otak untuk mengembangkan produknya.

Sebagai perusahaan logistik yang telah dipercaya menjadi mitra distribusi para UKM diseluruh penjuru negeri JNE merasa perlu ambil bagian dalam era industri 4.0. Selain terus melakukan digitalisasi pada proses bisnisnya, JNE juga ikut berperan serta dalam memberikan edukasi pada masyarakat umum maupun UKM mengenai  strategi penjualan di era digital.

Tahun ini, JNE kembali menggelar program untuk meningkatkan potensi UKM yaitu workshop JNE Ngajak Online 2019 bertema Mengemas Produk & Strategi Digital. Workshop 16 kota ini digelar bagi pengusaha dan UKM di daerah secara gratis.

Tujuannya adalah produk berkualitas yang dihasilkan UKM dapat dipasarkan secara luas melalui langkah – langkah strategis. Salah satunya dengan memperhatikan packaging produk dan tampilan produk sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Selasa (5/3) JNE menghadirkan Natalie selaku praktisi Digital Marketing dalam “JNE Ngajak Online 2019”di X.O.W Food Society & Culture Jalan Jayanegara Mojokerto. Di depan 100 entrepreneur, Natalie memaparkan berbagai hal mengenai pentingnya packaging serta pengambilan foto produk dalam menunjang promosi penjualan.

Natalie mengungkapkan, bahwa di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya Mojokerto, telah memiliki produk yang kompetitif dan berkualitas. Namun, masih banyak produsen atau pebisnis yang belum dapat memanfaatkan strategi berjualan online secara maksimal. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto, Hariyanto, menyatakan, dukungannya bagi para peserta untuk mengikuti workshop.

Ia mengatakan bahwa di era digital marketing UKM juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Digital marketing merupakan kesempatan bagi UKM untuk dikenal daerah di Indonesia atau bahkan meraih pasar luar negeri.

Selain packaging, UKM di Indonesia juga memiliki tantangan lain untuk mengembangkan usahannya, yaitu keterbatasan informasi dan jaringan untuk akses pemasaran, keterbatasan modal, kualitas SDM dan kontinuitas bahan baku.

Pengalaman seputar mengelola usaha ini disampaikan oleh RiaTri Ratna Agustini owner sekaligus perajin sepatu asal Mojokerto. Ria yang juga pelanggan setia JNE menceritakan kisahnya merintis usaha hingga saat ini dan bagaiman JNE mendukung usahannya sebagai mitra pengiriman.

Hal yang tidak kalah pentingnya, adalah pemahaman tentang cara-cara mau pun strategi distribusi dari produk-produk yang dihasilkan, baik di dalam kota mau pun ke seluruh Indonesia, bahkan pengiriman paket keluar negeri.

Untuk memberikan pandangan bagi para peserta terkait dengan strategi pengiriman paket, hadir sebagai narasumber yaitu Ismet Facrurozi, Branch Manager JNE Mojokerto. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia