Senin, 22 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Tetap Dipertahankan, Pasca Gagal di Porprov

05 Maret 2019, 23: 56: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim sepak bola porprov sebelum menjalani perdingan di Malang.

Tim sepak bola porprov sebelum menjalani perdingan di Malang. (Askab PSSI for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Kegagalan skuad tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto melaju ke babak utama Porprov Jatim 2019 cukup disesali semua pengurus Askab PSSI Mojokerto.

Selain karena keputusan wasit yang kontroversial, hasil tersebut juga memutuskan tren cabor sepak bola selalu lolos ke babak utama di lima kali gelaran porprov. Sehingga dinilai sebagai kemunduran tersendiri atas gairah sepak bola Kabupaten Mojokerto di level provinsi.

Hanya saja, kegagalan tersebut tak lantas mematikan begitu saja gairah sepak bola yang telah mendarah daging di bumi Majapahit. Pasalnya, Askab PSSI masih memiliki rencana lain dalam melanjutkan eksistensi di sejumlah level kompetisi sepak bola.

Salah satunya dengan mempersiapkan diri di kompetisi Liga 3 yang akan bergulir usai Pemilu 2019 nanti. Nah, upaya persiapan itu yang nampaknya tak butuh banyak energi.

Pasalnya, Askab PSSI berencana mempertahankan skuad tim porprov untuk diturunkan di Liga 3. Mereka akan mewakili klub Mojokerto FC yang sudah terdaftar sebagai salah satu tim peserta asal Kabupaten Mojokerto.

’’Rencana Pak Imam (Imam Suyono, Ketua Askab PSSI Mojokerto, Red) masih mempertahankan tim yang sudah terbentuk. Mungkin nanti akan main di Liga 3,’’ tutur Nono Srihartowo, pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto.

Ada banyak alasan mengapa tim porprov tetap dipertahankan. Selain efektivitas waktu persiapan, juga soal program latihan tim yang akan diturunkan di Liga 3 nanti. Di mana, tim pelatih tidak perlu lagi mengawali dari nol proses pembentukan tim.

Skuad yang sudah terbentuk tinggal dipoles dan dibenahi kekurangannya dengan beberapa program. Seperti menambah jumlah pemain yang punya kompetensi lebih. Sehingga permainan tim yang disiapkan bakal lebih menjanjikan.

’’Kan tidak usah seleksi pemain lagi. Kemarin kita juga punya lima pemain dari tim U-19 Liga 1 yang tidak bisa ikut porprov. Mereka nanti bisa kita masukkan ke tim Mojokerto FC,’’ tambahnya. Di Liga 3 nanti, Askab PSSI memiliki satu kuota tim yang akan diturunkan. Yakni, Mojokerto FC yang sempat absen di gelaran Liga 3 dua musim lalu.

Nah, musim ini menjadi kesempatan terakhir Mojokerto FC berlaga di kompetisi resmi. Jika musim ini kembali absen, maka tahun depan mereka dipastikan tercoret dari keanggotaan PSSI. Sehingga tidak diperkenankan berlaga di Liga 3 selamanya.

’’Makanya itu, kita harus manfaatkan kesempatan terakhir ini untuk bisa berkompetisi sampai tahun-tahun berikutnya. Mungkin anak-anak bisa mengawali lagi latihan rutin seminggu sekali sambil menunggu regulasi Liga 3. Biasanya regulasi Liga 3 baru ditetapkan setelah Liga 1 bergulir,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia