Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Saat Seniman Galang Donasi lewat Karya Seni

Gelar Pameran Lukisan untuk Disumbangkan Korban Bencana

05 Maret 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para seniman saat melukis OTS dalam Gelar Karya Lukisan untuk penggalangan dana korban bencana alam.

Para seniman saat melukis OTS dalam Gelar Karya Lukisan untuk penggalangan dana korban bencana alam. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

Banyak cara yang dilakukan demi melakukan aksi sosial dalam membantu sesama. Seperti yang dilakukan komunitas seniman lukis Dulur Mojokerto Menyapa (DMM).

Mereka menggelar pameran lukisan untuk penggalangan dana bagi warga terdampak bencana alam di Mojokerto.

SIANG itu terasa begitu teduh. Panasnya terik matahari terhalang oleh rindangnya dedaunan. Tepat di bawah pohon trembesi tua itu, sejumlah perupa nampak fokus menggoreskan cat di atas media kanvas.

Beberapa pelukis lainnya masih asyik ngobrol sembari menikmati sepiring gorengan yang tersaji ala kadarnya. Lalu lalang kendaraan seolah tak mengganggu konsentrasi. Warna demi warna dikombinasikan mengalir mengikuti imajinasi.

Deretan karya lukis terpajang memanjang di pinggir jalan. Ya, di seberang Jalan Mayjen H. Soemadi, sejak Sabtu (2/3) diubah menjadi panggung pameran lukisan oleh komunitas seniman lukis Mojokerto.

Tepat di depan Balai Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mereka menyelenggarakan aksi sosial bertajuk Gelar Karya Lukisan untuk penggalangan dana korban bencana alam di Mojokerto.

Sedikitnya 30 lebih lukisan dipamerkan. Sesekali, pengendara yang lewat pun tergoda untuk sekadar meliriknya. Namun, tidak sedikit pula yang menghentikan laju kendaraan mereka untuk melihat karya dari kurang lebih 16 pelukis dan perupa dari Mojokerto itu dari jarak dekat.

Samsul Hadi, salah pelukis, menyatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian para seniman lukis yang dituangkan melalui karya seni. Menurut Samsul, hasil dari pameran yang hingga beberapa hari ke depan bakal didonasikan bagi warga terdampak banjir bandang di Mojokerto beberapa waktu lalu.

”Teman-teman sepakat kalau karya lukisannya ada yang terjual, sebagian hasilnya akan kami sumbangkan,” paparnya. Pria yang akrab disapa Ponido ini, mengatakan, terdapat berbagai macam lukisan yang dipajang. Mulai dari yang menggunakan teknik acrilic on canvas, oil on canvas, hingga cutting on hardboard.

Namun, imbuh dia, dalam acara tersebut, masing-masing pelukis tidak mematok harga dari karya lukisnya yang terlalu tinggi. ”Harga yang kami pasang tentu berbeda dengan saat pameran, karena ini untuk sosial,” tandasnya.

Selain melakukan ajang pameran, acara sosial itu juga dijadikan sebagai panggung unjuk gigi bagi para seniman. Mereka melakukan aksi melukis on the street (OTS). Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Andita Shevia, 8. Pelukis cilik asal Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini melukis OTS bertema alam.  

Siswi kelas II MI Paradigma Baru itu mengatakan tertarik bergabung dalam penggalangan donasi bagi korban bencana alam. ”Kalau terjual untuk disumbangkan juga,” celetuknya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia