Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Winaldy Senna P., Drumer Andal Asal Mojokerto

Beberapa Kali ke Shanghai dan Guangzou, Jadi Guru Musik di Jogjakarta

26 Februari 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bermain drum merupakan hobi yang sudah digeluti Winaldy Senna Praditya saat usianya masih belia.

Bermain drum merupakan hobi yang sudah digeluti Winaldy Senna Praditya saat usianya masih belia. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

Tehnik memukul drumnya masih sering salah. 10 tahun lalu, Winaldy Senna masih belajar memegang stik drum. Tetapi kini, ia sudah mampu menunjukkan ke dunia. Bahwa ia memiliki potensi sebagai drumer andal.

AWAL Februari lalu, Winaldy Senna sangat terkejut. Ia tak menyangka kompetisi yang diikutinya melalui daring, mampu mencuri perhatian juri. Remaja 23 tahun ini terpilih menjadi pemenang perhelatan online drum competition se-Indonesia.

Bertajuk Tama Session 2018, kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai pelosok Tanah Air. Winaldy hanya sebagai pemula namun memiliki talenta yang luar biasa. ’’Sangat kaget. Tidak pernah mengira dapat juara,’’ ungkapnya.

Remaja yang tinggal di Wikarsa Blok C nomor 19, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini, menceritakan, kompetisi itu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah. Namun, dari jumlah itu, hanya 10 drummer yang mendapat undangan hadir ke Jakarta. Di sana, ia harus unjuk skill nge-drum. 

Juri yang menilai, juga bukan asal-asalan. Panitia yang berasal Mahkota Musik Indonesia (MMI) tersebut, menghadirkan drummer andal dari Amerika, Jepang dan China. Mereka sangat memahami tentang potensi dan keahlian drumer.

Di ajang final itu, Winaldy cukup pede. Dengan keahliannya, remaja yang pernah tercatat sebagai mahasiswa ISI Solo ini, mampu menunjukkan kepantasannya menjadi juara. Tak hanya kompetisi ini yang membuat anak pasangan Susentyo Widyatmanto dan Agustina Dyah Ekowati ini bangga.

Namun, sederet penghargaan dari berbagai kompetisi drum tingkat nasional telah menjadi koleksinya. Dengan keahliannya itu, kini membuat aktivitasnya sangat padat. Beberapa kali ia harus terbang ke luar negeri dan kolaborasi dengan band-band ternama. Di antaranya ke Shanghai dan Guangzou.

Hobi bermain drum sudah tumbuh sejak Winaldy masih belia. Ia mengaku, sejak usianya masih duduk di bangku kelas VI SD, sudah belajar memegang stik drum. Lantaran tak memiliki peralatan, ia pun harus meminjam ke seorang temannya.

Ia baru memiliki drum ketika duduk di bangku kelas 3 SMP. Bukan karena orang tuanya. Melainkan ia mendapat hadiah setelah menang di sebuah ajang kompetisi. Kini, Winaldy tak hanya sibuk dengan feat touring. Kesehariannya ia menjadi guru musik di Jogjakarta.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia