Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Puluhan Pengendara Motor Ditilang di Depan Pengadilan

26 Februari 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Puluhan Pengendara Motor Ditilang di Depan Pengadilan

MOJOKERTO – Satlantas Polres Mojokerto terus melakukan penertiban terhadap pengendara yang melanggar ketertiban lalu lintas. Senin (25/2) puluhan pengendara berhasil dijaring setelah mereka kedapatan tidak membawa kelengkapan berkendara.

Baik tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) atau kendaraan tidak sesuai speksifikasi. Razia ini berlangsung di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko. Tepatnya di depan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Pengendara yang melintas dari arah selatan ke utara mereka diarahkan ke pelataran Samsat Payment Point. Di situ, satu per satu kelengkapan berkendara diperiksa. ’’Dari ratusan pengendara yang kami periksa ada 75 yang kami tindak,’’ kata KBO Saltantas Polres Mojokerto, Ipda Sutakat.

Menurutnya, angka itu tergolong cukup tinggi jika dilihat dari durasi razia yang tak sampai satu jam. Sehingga, meski razia sering digelar, nyatanya tak membuat para pengendara jera. Berulang kali setiap kali dilakukan razia, para pengendara masih banyak yang melanggar.

Yakni, tidak membawa kelengkapan berkendara dan kelengkapan sepeda motor. ’’Bisa dibilang, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih rendah,’’ tegasnya. Dari data penegakan hukum, hingga detik ini pelanggaran tidak mempunyai SIM masih cukup mendominasi dengan jumlah 67 pelanggar.

Selanjutnya disusul pelanggaran kendaraan tidak sesuai spesifikasi. Meliputi, ukuran ban kecil, tidak memasang spion, protolan, hingga penggunaan knalpot brong. ’’Selain itu, ada juga yang tidak memakai helm dan tidak membawa STNK,’’ ujarnya.

Selain menilang 67 STNK sebagai barang bukti, petugas juga menilang SIM dan tujuh kendaraan sepedamotor. Kata dia, tujuh unit ranmor tersebut langsung dibawa ke Mapolres Mojokerto. Untuk mengambil kembali kendaraan, pemiliknya terlebih dulu harus mengambalikan suku cadang asli, siding, dan menunjukkan STNK.

Hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 285 ayat 1 juncto pasal 106 tentang Persyaratan Teknis dan Layak Jalan. ’’Apalagi ban kecil juga rentan oleng dan kecelakaan. Ini sangat menjadi atensi kami,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia