Rabu, 22 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Puluhan Pengendara Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang

26 Februari 2019, 12: 44: 06 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kondisi jalan raya trans nasional di wilayah Mojokerto belum semua tersentuh perbaikan. Salah satunya di sepanjang Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Di sepanjang jalan tersebut masih terdapat banyak jalan berlubang. Bahkan, lubangnya berjajar-jajar dengan kedalaman yang bervariatif. Terparah, kedalamannya mencapai sekitar  30 sentimeter.

Tak jarang pengendara mengalami kecelakaan dan terjungkal akibat terperosok lubang tersebut. Namun, karena belum tersentuh perbaikan, warga yang khawatir akan keselamatan pengendara memasang tanda di tengah jalan menggunakan tong.

”Awal tahun ini, sudah ada sekitar 30 orang lebih jatuh gara-gara jalan rusak ini," kata Suroso, 31 warga setempat. Menurutnya, jalan berlubang ini memang kerap kali menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Meski belum sampai mengakibatkan korban jiwa, namun warga sudah sangat resah.

Dia menyebutkan, terakhir kecelakaan terjadi saat seorang pengendara terjatuh pada Minggu (24/2) pagi. Saat itu, ada seorang perempuan mengendarai motor matic dengan membawa barang bawaan berupa beras.

Ketika melintas dengan kecepatan yang tinggi, motornya terperosok dan mengalami kecelakaan. Tangannya mengalami luka parah. Sementara beras yang dibawa berceceran di jalan. Warga kemudian berinisiatif memasang tong di jalan sebagai penanda lubang tersebut.

Fatkhur, 40, warga lainnya menambahkan, pengendara yang datang dari arah Kecamatan Pungging seringkali melaju dengan kecepatan kencang. ”Pengendara tahunya kan sudah dibenahi semua. Padahal di sini belum,” ujarnya.

Menurutnya, jalan raya di Desa Jasem terakhir kali dibenahi pada satu tahun yang lalu. Namun, kondisi terparah jalan berlubang ini muncul sekitar satu bulan ini. ”Pas musim hujan  ini,” ujarnya.

Sementara itu, Satlantas Polres Mojokerto sebelumnya juga turun ke jalan untuk melakukan melakukan upaya pengecekan kerusakan jalan. Mereka melakukan marking atau memberikan tanda jalan berlubang menggunakan cat warna putih.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Bobby M. Zulfikar mengakui kondisi jalan trans nasional wilayah Mojokerto beberapa waktu lalu banyak yang mengalami kerusakan. Namun, pasca pihaknya berkomunikasi dengan dinas terkait, beberapa titik jalan sudah terpantau dibenahi.

”Beberapa waktu lalu, dinas terkait sudah kita kirimi surat terkait kerusakan jalan yang ada di wilayah Mojokerto,” pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia