Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Jual Sabu ke Polisi, Pengedar Ditangkap di Depan Rumah

25 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Peredaran sekaligus penyalahgunaan narkoba seakan tak ada ujungnya. Terbaru, Satnarkoba Polres Mojokerto menangkap jaringan pengedar sabu-sabu Jumat (22/2).

Dia adalah M. Iwan Taufik, 43, warga Dusun/Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Kasatnarkoba Polres Mojokerto AKP Sahari, menjelaskan, penangkapan tersangka ini hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya. Setelah sebelumnya Iwan Taufik disebut-sebut terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah Mojokerto.

Bermodalkan infomasi itu petugas bergerak cepat untuk memburunya. ’’Setelah petugas melakukan penyamaran, tersangka berhasil kami tangkap di depan rumahnya,’’ katanya. Penyamaran sengaja dilakukan untuk mengelabui tersangka. Layakanya sebagai pencandu narkoba jenis sabu-sabu, petugas mencoba menghubungi tersangka dengan memesan sabu-sabu.

Setelah disepakati dan waktunya ditentukan, petugas berhasil meringkusnya berikut barang buktinya. ’’Dari tangan tersangka kami mendapati sabu-sabu seberat 29,24 gram,’’ tandasnya. Rinciannya, satu paket sabu-sabu seberat 0,36 gram dan satu paket sabu-sabu seberat 28,88 gram dibungkus plastik klik.

Tidak ada perlawanan dalam penangkapan ini. Pelaku yang sedang menunggu di depan rumahnya hanya bisa pasrah saat digeledah. Bersama barang bukti, tersangka lantas dibawa ke mapolres untuk proses penyelidikan.

Selain satu paket sabu kemasan, petugas juga mengamankan satu unit handphone (HP) dan satu sepeda motor nopol W 5968 YJ. ”Nah, untuk meringkus pemasoknya, dia sekarang masih kita keler,’’ tuturnya.

Sebab, dari hasil pemeriksaan percakapan dalam HP tersangka, kini petugas kembali mengantongi identitas pelaku lainnya yang diduga sebagai memasok barang haram tersebut.

Diketahui, tersangka memang jaringan lama yang beraksi antarkota. ’’Untuk memastikan, apakah dia juga sebagai pemakai, tersangka akan kami tes urine dulu,’’ tuturnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijebloskan ke sel tahanan polres dan dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia