Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Presiden Klub Tak Bisa Bayangkan Nasib PSMP ke Depan

25 Februari 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Presiden Klub PSMP bersama kuasa hukum M. Sholeh.

Presiden Klub PSMP bersama kuasa hukum M. Sholeh. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

PERASAAN kaget tak bisa dielakkan dari benak pengurus skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) atas kabar sanksi tambahan yang diberikan Komding PSSI.

Mereka pun tak bisa berbuat banyak atas beratnya sanksi yang dijatuhkan tersebut. Sehingga terpaksa harus vakum dari blantika sepak bola Indonesia selama tiga tahun. Ya, terakhir kali eksistensi Laskar Majapahit terlihat saat mereka bermain di babak 32 besar Piala Indonesia saat menjamu Borneo FC.

Leg pertama berlangsung pada 29 Januari 2019 di Stadion Gajah Mada Mojosari.Dan leg kedua berlangsung 6 Februari 2019 di Stadion Segiri Samarinda, dalam laga tandang.

Setelah itu, aktivitas The Lasmojo seolah mati tanpa ada tanda-tanda kehidupan apa pun. Mes pemain yang terletak di sudut pojok kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari pun terlihat sepi, setelah ditinggal penghuninya pulang ke kampung halaman masing-masing.

Kevakuman itu sejatinya tak lepas dari kontrak kerja para pemain dan pelatih yang telah habis di akhir musim 2018, atau tepatnya akhir Desember 2018 lalu. Meski sempat berseragam merah hitam di babak 32 besar Piala Indonesia, namun momen itu hanya dijadikan pemain dan pelatih sebagai cara mereka menghormati manajemen dan pengurus.

Yang telah mengontrak mereka selama dua musim saat PSMP terjun di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu. Mereka di antaranya Djayusman Triasdi, Indra Setiawan, Mujib Ridwan, Rendra Teddy, Ade Christian, Putut Wijiarto, Wahyu Saputro, Dwiyanto Susilo, hingga Samsul Pelu yang dinilai cukup loyal bersama PSMP, dan pendukungnya.

’’Saat di Piala Indonesia itu sebenarnya manajemen sudah nggak bisa memberikan kompensasi apa-apa. Untung saja mereka masih bisa pulang dari Samarinda,’’ terang Presiden Klub PSMP Firman Efendi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Firman mengaku kini pihaknya sudah tidak bisa berbuat banyak atas sanksi yang melilit timnya. Ia hanya bisa pasrah atas keputusan dan upaya pembelaan berikutnya kepada Muhammad Sholeh, kuasa hukum PSMP. Termasuk kemungkinan terburuk, yakni menjalani sanksi larangan bermain selama tiga tahun berikutnya.

Ia juga tidak bisa membayangkan bagaimana nasib tim yang berdiri sejak 2001 ini di tiga tahun berikutnya. ’’Ya, belum tahu apa langkah berikutnya. Tergantung dari kuasa hukum nanti bagaimana langkahnya,’’ tandas Firman. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia