Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Elevasi Sungai Brantas Naik, Delapan Pintu Rolak Songo Dibuka

23 Februari 2019, 17: 37: 52 WIB | editor : Mochamad Chariris

Intensitas hujan tinggi dalam waktu lama membuat debit air Sungai Brantas di pintu dam Rolak Songo mengalami peningkatan

Intensitas hujan tinggi dalam waktu lama membuat debit air Sungai Brantas di pintu dam Rolak Songo mengalami peningkatan (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Musim hujan tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. Masyarakat diminta tetap mewaspadai munculnya bencana alam akibat cuaca ekstrem yang masih terus terjadi.

Seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. Cuaca ekstrem belakangan ini tidak hanya terjadi di Mojokerto saja, melainkan hampir di wilayah Jawa Timur (Jatim). Terbukti, hingga kini hujan deras dengan itensitas tinggi masih terjadi.

Tak urung elevasi permukaan air Sungai Brantas pun mengikuti. Bahkan, cenderung naik cukup tajam. ’’Dua hari ini arus Brantas memang cukup deras,’’ ungkap Susilo, warga Mojoanyar, kemarin. Menurutnya, peningkatan debit air di Sungai Brantas itu tak lepas karena tingginya curah hujan di wilayah Jatim.

Mulai Malang, Batu, Blitar, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, dan Mojokerto. Bahkan, kian tingginya debit air sekaligus deras aliran sungai mengharuskan petugas juga melakukan sistem buka tutup pintu dam Rolak Songo ’’Dua hari ini, delapan pintu dam dibuka semua,’’ tandasnya.

Sistem buka tutup pintu dam ini seiring ketinggian permukaan air sungai meningkat. Di Rolak  Songo debit air tercatat mencapai diatas 900 meter kubik per detik. Padahal, dalam kondisi normal debit air hanya berkisar pada titik 500 meter kubik per detik yang mengalir ke Sungai Porong. Ketinggian permukaan air juga mencapai 17,50 maksimum air tinggi (MAT).

Hal itu dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi dan dalam waktu di hampir wilayah Jatim. Khususnya, kabupaten/kota yang dilintasi Sungai Brantas. ’’Seperti ini memang sering terjadi saat musim hujan. Utamanya saat itensitas hujan deras dan lama terjadi merata di sejumlah daerah,’’ terangnya. Suliono mengaku situasi ini tentu berbanding terbalik saat musim kemarau.

Rolak Songo yang menjadi tempat pengendalian aliran Sungai Brantas hanya dibuka dua sampai tiga pintu. Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini, menyatakan, peningkatan debit air Sungai Brantas memang sudah menjadi hal yang wajar.

Menyusul intensitas hujan yang tinggi dan mereta di berbagai wilayah di Jatim. ’’Bahkan, tidak hanya Sungai Brantas, peningkatan juga terjadi pada Sungai Mas, Watudakon, dan Kali Lamong,’’ bebernya. Kendati begitu, cuaca yang belum bersahabat hingga detik ini, BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan bencana.

Baik banjir, longsor, hingga banjir bandang. Apalagi, berdasarkan perkiraan Badan Meteologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga maret. ’’Artinya, masyarakat memang harus tetap waspada bahaya bencana,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia