Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Warga Kota Mojokerto Produksi Sampah 70 Ton Per Hari

22 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Alat berat mengurai tumpukan sampah di TPA Randegan, Kota Mojokerto.

Alat berat mengurai tumpukan sampah di TPA Randegan, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kamis (21/2) diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Di Kota Mojokerto, semakin hari jumlah sampah kian menumpuk. Kondisi itu mengindikasikan kesadaran pengolahan sampah masyarakat yang masih rendah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Ikhromul Yasak, mengatakan, setiap tahun selalu terjadi peningkatan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan. ”Memang ada peningkatan tiap tahun, tapi tidak begitu signifikan. Sekarang rata-rata mencapai 70 ton per hari.” paparnya.

Berdasarkan data DLH, volume sampah yang masuk TPA Randegan dalam kurun waktu enam tahun terakhir meningkat hampir dua kali lipat. Pada 2013 lalu, jumlah rata-rata sampah yang dibuang di TPA 169 meter kubik per hari. Dua tahun berikutnya bertambah menjadi 2018 meter kubik per hari. Volume kembali terus naik setiap tahun, hingga 2018 lalu menyentuh 283 meter kubik per hari.

Sampah yang masuk tersebut berasal dari 18 tempat pembuangan sampah (TPS) akhir di seluruh kelurahan. Dia menyebutkan, rata-rata bersumber dari sampah rumah tangga. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada jenis sampah anorganik, terutama dari bahan plastik. ”Karena sampai plastik itu sulit terurai, butuh puluhan tahun” paparnya.

Salah satu upaya untuk menekan volume sampah, pemkot telah dibentuk bank sampah yang tersebar di lingkungan. Sejak 2016 lalu, jumlah bank sampah yang dikelola warga kian bertambah. Sampai dengan saat ini, jumlahnya sudah mencapai 125 titik. Di tempat tersebut sampah akan dipilah menjadi nilai ekonomis.

Pihaknya menargetkan, bank sampah akan disebar di seluruh RT/RW di Kota Mojokerto. ”Target kami 180 RW ada bank sampahnya,” tandasnya. Sampah yang dikelola di tempat tersbut telah terpilah berdasarkan jenis. Seperti plastik, kertas, kardus, hingga botol. Sehingga sampah tersebut merupakan barang yang kategori residu.

Dia menyebutkan, dari 125 titik bank sampah mampu menampung rata-rata 6,2 ton sampah per bulan. ”Yang jelas, keberadaan bank sampah sangat membantu untuk pengurangan volume sampah,” tandasnya. Dalam momen HPSN ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih bijak terhadap penggunaan plastik sekali pakai.

Mantan Kepala Dispendukcapil Kota Mojokerto ini, menambahkan, ke depan pemkot juga berupaya untuk mengurangi penggunaan plastik. Upaya pengurangan penggunaan itu bisa dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya dengan membawa kantong sendiri saat berbelanja, membawa botol minuman, serta mendaur ulang sampah plasik. ”Pengurangan sampah plastik ini juga menjadi atensi dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia