Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Jombang Tantangan Terakhir Tim Sepak Bola Porprov

21 Februari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto saat menggelar latihan di Stadion Gajah Mada Mojosari.

Tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto saat menggelar latihan di Stadion Gajah Mada Mojosari. (Askab PSSI Mojokerto for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Cabor sepak bola Kabupaten Mojokerto terus menyempurnakan performanya jelang pelaksanaan babak penyisihan awal Maret nanti. Termasuk jadwal uji coba sebagai langkah terakhir sebelum turun merebut tiket ke babak utama.

Setelah gagal menggelar uji coba melawan Kabupaten Malang dan Pasuruan, Arief Catur dkk kini kembali ditantang bersama tim selevel. Yakni, Kabupaten Jombang yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Uji coba tersebut menjadi evaluasi terakhir sebelum mereka bertolak menuju Malang. Sebelumnya, anak asuh Nono Srihartowo ini gagal menggelar dua kali uji coba dengan tim selevel, lantaran terkendala fasilitas lapangan.

Di mana, Stadion Gajah Mada Mojosari sempat dipakai untuk kegiatan non-olahraga. Yaitu, event pameran produk dan hiburan musik selama 10 hari, terhitung dari 10-17 Februari lalu. Sempat mencari lapangan alternatif, namun tidak ada yang representatif dalam menampung tim luar kota.

Sehingga uji coba terpaksa dibatalkan sepihak. Meski kegiatan pameran telah usai, nyatanya Arief Catur dkk belum mampu memaksimalkan uji coba berlangsung di stadion. Selain masih terdapat perabotan pameran, kondisi lapangan juga belum layak untuk menggelar laga.

Di mana, sebagian rumput lapangan rusak akibat dipakai untuk pagelarn konser dangdut yang berlangsung setiap hari. Belum lagi sampah dan bekas ban kendaraan yang masih terlihat berserakan di lapangan.

Sehingga butuh pemulihan selama beberapa hari lagi demi mengembalikan rumput lapangan seperti sedia kala. ’’Karena stadion belum sepenuhnya normal, kita lebih baik keluar kandang saja,’’ ungkap Nono. Namun, kondisi lapangan bukan satu-satunya alasan tim porprov menjalani uji coba di luar kandang.

Arief Catur dkk butuh tantangan lebih berat lagi demi menempa mental mereka. Sehingga ketika turun di laga yang sebenarnya. Mereka mampu menghadapi tanpa ragu. Pilihan Jombang sebagai sparing partner juga bukan tanpa alasan.

Selain jarak tempuh yang dekat, juga menyangkut soal hasil drawing di babak penyisihan yang berada di grup berbeda. Di mana, tim kota santri tergabung di grup F, sementara Mojokerto tergabung di grup C.

Sehingga kedua tim sama-sama membutuhkan uji coba tanpa harus merugikan satu sama lain. ’’Karena tidak satu grup, jadi lebih enak dan tidak saling intip kekuatan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia