Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Cegah Korupsi di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Gandeng KPK

21 Februari 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari saat berkoordinasi dengan KPK di gedung Merah Putih, Jakarta.

Wali Kota Ika Puspitasari saat berkoordinasi dengan KPK di gedung Merah Putih, Jakarta. (Humas Pemkot for Radar Mojokerto)

JAKARTA – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tampaknya serius melakukan pencegahan tindak korupsi di Pemkot Mojokerto.

Rabu (20/2) sore, orang nomor satu di Kota Mojokerto mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengantisipasi praktik korupsi di institusi pemerintahan kota. Langkah ini sebagai bentuk keseriusan setelah sebelumnya juga menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.

Ning Ita datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan ditemani beberapa staf untuk berkonsultasi secara langsung dengan tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK khususnya bidang pencegahan KPK Arif Nurcahyo, Asep R Suwandha dan Airien M.K.

’’Bentuk pendampingan bisa dimulai dari penyusunan RPJMD, RKPD dan Pengadaan Barang dan Jasa serta meningkatkan manajemen ASN atau yang lainnya. Konsultasinya baik dilakukan di Kota Mojokerto atau datang langsung ke KPK di Jakarta,’’ jelas Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pendampingan, KPK akan bermitra dengan Inspektorat Provinsi Jawa Timur selaku Korbinwas serta lebih meningkatkan tugas dan fungsi Inspektorat.

’’Terkait dengan produk hukum yang perlu dicermati adalah bahwa produk hukum telah sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan diatasnya serta lebih mengutamakan efektivitas dan kewajaran, selain itu juga melakukan pendampingan penyelesaian permasalahan hukum di bidang aset khususnya tanah,’’ lanjut Ning Ita.

Terkait akan datangnya tim Korsupgah ke Jawa Timur Ning Ita menyambut baik. ’’Tim Korsupgah di Jawa Timur nanti akan memberikan pengarahan dan menjelaskan rencana tentang upaya pencegahan korupsi melalui program koordinasi dan supervisi,’’ jelasnya.

Rencananya pekan depan Tim Korsupgah juga akan datang ke Jawa Timur sebagai tindak lanjut konsultasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kedatangan tim tersebut adalah untuk menjelaskan titik-titik kerawanan yang mungkin terjadi tindak pidana korupsi seperti penyalahgunaan anggaran dan kewenangan. Ning Ita menyampaikan bahwa Pemkot Mojokerto akan mengoptimalkan kunjungan Tim Korsupgah di Jawa Timur.

’’Konsultasi ini adalah sebuah langkah awal untuk melangkah menuju pemerintahan yang lebih baik dan salah satu tindakan nyata yang diambil untuk berbenah demi mewujudkan Kota Mojokerto yang mandiri, demokratis, adil makmur sejahtera dan bermartabat,’’ katanya.

Ning Ita menemui tim Korsupgah dengan didampingi oleh Kabag Hukum Kota Mojokerto, Tri Rubiyanto; Plt. Kabag Pemerintahan Kota Mojokerto Ani Wijaya.

Pada hari yang sama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak juga berkunjung ke KPK.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia