Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Gara-gara Selingkuh, Aku Tak Dinafkahi

20 Februari 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JPR for radarmojokerto.id)

Dimangkoki dipurak bareng

Wong lanang kudu luman

Supoyo bojo atine tenang

EKONOMI memang masih menjadi penyebab utama dalam kasus perceraian. Hal itu pula yang kini dialami keluarga Tulkiyem (samaran) 33, warga asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Persisnya, setelah dia resmi menikah dengan Mukiyo (samaran) 34.

Tulkiyem menceritakan, di awal pernikahan keluarganya serasa baik-baik saja. Tak ada masalah apa pun. Kebutuhan nafkah keluarga selalu dipenuhi berkat kerja keras sang suami. Namun, hal apa yang sedang merasuki Mukiyo. Menginjak 7 tahun usia pernikahan, sifat dan perilaku Mukiyo mendadak berubah.

Dari yang biasanya romantis dan perhatian, berubah menjadi cuek. Tidak hanya itu, dari perubahan itu juga berdampak pada ekonomi keluarga. Karena sudah tidak ada lagi nafkah yang diberikan Mukiyo.

Merasakan hal itu, Tulkiyem pun bingung. Dia bertanya kepada diri sendiri apakah ada yang salah dalam dirinya. Pasalnya, perubahan suaminya tersebut sangat cepat. Semula, lanjut Tulkiyem, dia mengira suaminya telah memiliki wanita idaman lain.

Sehingga lupa untuk memberikan nafkah. Namun, kecurigaan itu tak mendasar. Karena Tulkiyem tidak dapat membuktikan kalau suaminya sedang selingkuh. ”Yo aku curiga ae, nek bojoku iki selingkuh karo wedok liyo,’’ katanya.

Karena sudah sangat kecewa, dia akhirnya memilih kembali pulang ke rumah orang tua. Dengan harapan, kepulangan tersebut bisa menyadarkan sekaligus merubah sifat Mukiyo. ”Aku tak moleh ae nang omahe wong tuoku,’’ tambahnya. Namun, hasilnya nihil. Mukiyo tidak berubah.

Bahkan, saat Tulkiyem ke rumah orang tuanya, tak sekalipun suaminya menjenguk atau sekadar menanyakan kabar tentang dirinya. ”Aku yo wes ora paham karo bojoku,’’ ujarnya. Karena sudah merasa suaminya tidak cinta dan sayang lagi pada keluarga, Tulkiyem memutuskan untuk berpisah. Dengan mengurus surat gugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) Mojokerto. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia