Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Kesibukan KPU Jelang Pemilu 17 April

Butuh Kejelian untuk Hindari Kekurangan dan Kerusakan Logistik

19 Februari 2019, 21: 44: 38 WIB | editor : Mochamad Chariris

KPU Kabupaten Mojokerto melakukan penataan logistik dan penempelan stiker lima warna untuk membedakan kotak suara untuk Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Jatim dan DPRD Kabupaten Mojokerto.

KPU Kabupaten Mojokerto melakukan penataan logistik dan penempelan stiker lima warna untuk membedakan kotak suara untuk Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Jatim dan DPRD Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

Pemilu baru digelar dua bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) disibukkan dengan berbagai persiapan. Mereka harus kerja keras untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kekurangan selama proses penyelenggaraan pesta demokrasi itu berlangsung.

SUASANA riuh terjadi di GOR Dinas Pendidikan, Jalan RA Basuni, Sooko. Di sinilah, sejumlah emak-emak tengah menempel stiker di ribuan kotak suara. Stiker warna-warni yang dipasang itu untuk membedakan berbagai jenjang pemilihan.

Di bagian yang lain, sejumlah pekerja pria melakukan penataan. Mereka harus menumpuk kotak suara hingga tujuh kotak. Penataan harus dilakukan untuk menjaga kelonggaran tempat yang cukup terbatas itu. Saat ini, di area GOR, hampir seluruh sudut penuh sesak kotak suara yang terbuat dari karton.

Meski terdengar riuh, namun mereka dituntut untuk sangat teliti. Karena, salah sedikit saja, bisa kacau. ’’Karena, sama sekali tidak ada cadangan,’’ ungkap Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto Dwi Heru Kendoyo.

Pun ketika ditemukan logistik yang mengalami kerusakan. KPU Kabupaten Mojokerto tinggal menghubungi KPU Jatim untuk segera mengirim kotak yang baru. ’’Seperti sekarang. Ada kekurangan satu kotak. Itu juga akan kita ajukan karena distribusi kurang satu kotak,’’ papar Heru.

Heru menceritakan, dari kebutuhan mencapai 16.105 kotak suara, KPU masih menerima 16.104. Sedangkan, kotak suara untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPU, hingga kemarin belum diterima KPU. ’’Kita ajukan semua kekurangan itu. Karena, masih ada sekitar 320 kotak yang kita butuhkan,’’ jelas Heru.

Pekerja tak hanya menghitung kotak suara. Akan tetapi, logistik yang lain, seperti segel, sampul, alat coblos, bantalan, tinta hingga cable ties juga harus tertata rapi di kotak suara. Kotak inilah yang akan dikirim ke masing-masing PPK.

Selain mengalami kekurangan, para pekerja juga menemukan sedikitnya enam buah kotak suara mengalami kerusakan. Kerusakan itu diperkirakan karena produksi yang gagal dan saat proses pengiriman.

Kerusakan kotak suara yang terbuat dari karton itu, diketahui oleh sejumlah pekerja yang tengah menempel stiker di masing-masing kotak suara, kemarin. Mereka pun langsung memilahnya dari ribuan kotak yang bakal didistribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia