Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Off-Road-Ngetrail, Puas Itu Tak Harus Mahal

18 Februari 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mobil off-road saat melintasi medan dalam kawasan hutan.

Mobil off-road saat melintasi medan dalam kawasan hutan. (M. Agus Fauzan for radarmojokerto.id)

KEGIATAN yang memacu adrenalin tersebut saat ini kian banyak penggemarnya. Menjelajah alam, melintasi rintangan merupakan tantangan yang justru dicari para off-roader, sebutan untuk para penggiat off-road.

Semakin berat rintangan, semakin besar kepuasan yang didapat. Tak hanya butuh nyali, kendaraan yang mumpuni juga syarat wajib untuk menggeluti off-road.

Tak heran, cap mahal melekat pada olahraga otomotif ini. Namun hal itu tak sepenuhnya dianggap benar. M. Agus Fauzan, salah satu pegiat off-road di Mojokerto, menyatakan, bujet untuk kendaraan off-road terbilang relatif.

Komunitas motor trail berada di antara tebing.

Komunitas motor trail berada di antara tebing. (Khoirul Rohman for radarmojokerto.id)

’’Bujet upgrade kendaraan sebenarnya tergantung seberapa ekstrem tantangan yang ingin kita hadapi,’’ tandas pria yang akrab disapa Pandu ini. Ia mencontohkan upgrade Strada Triton lansiran tahun 2008 miliknya.

Mobil jenis Double Cabin ini yang kerap dipakainya untuk ngalas, istilah untuk menjelajah rute. Dari kondisi standar, hingga bisa dipakai untuk bermain lumpur, Pandu mengaku menghabiskan anggaran di bawah Rp 100 juta.

Angka ini menurut Pandu masih termasuk relatif minim. Karena hanya dipakai untuk rute kategori ringan dan menengah. (nto)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia