Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader

Kenali Potensi dan Risiko Kawasan Wisata

17 Februari 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Direktur Jawa Pos Radar Mojoketo, Andung A. Kurniawan.

Direktur Jawa Pos Radar Mojoketo, Andung A. Kurniawan. (dokumen radarmojokerto.id)

MEMPUNYAI daerah yang memiliki potensi wisata bisa memberikan keuntungan sekaligus masalah.

Karena itu, mengenali dengan baik lingkungan di kawasan wisata di daerah kita, akan sangat membantu, baik dari sisi pemanfaatan pengembangan, maupun dari sisi risiko bencana yang bisa muncul.

Pengenalan yang baik terhadap potensi dan risiko kawasan tersebut, akan sangat membantu dalam mengantisipasi dan meminimalkan akibat dampak bencana. Seperti yang dilakukan kader relawan di empat desa, yakni Desa Padusan, Kemiri, Pacet, dan Claket, Kecamatan Pacet, kemarin.

Mereka juga memetakan dan melakukan kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim di wilayah wisata di empat desa tersebut. Pengenalan terhadap potensi kerawanan diawali dengan kajian berbagai hal yang bisa memengaruhi kondisi di kawasan tersebut, mulai struktur tanah dan kondisi geografis daerah, serta berapa luas area yang bisa terpapar masing-masing jenis bencana.

Dalam forum grup diskusi yang digelar Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) USAID kemarin, sekitar 30 relawan dari empat desa tersebut dikenalkan pada berbagai jenis bencana yang bisa muncul akibat perubahan iklim seperti yang terjadi saat ini.

Mulai banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran, angin ribut, serta bahaya lain. ’’Juga mengenai kerentanan dan kerawanan terhadap berbagai bencana yang bisa terjadi,’’ kata Choirul Mubarok, anggota tim APIK USAID.

Setelah diberi berbagai bekal mengenai berbagai bencana yang bisa terjadi, para relawan mendiskusikan potensi dan risiko di tempat wisata di masing-masing desa. Setelah itu, mereka diminta terjun ke lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik kerentanan bencana di masing-masing tempat wisata.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari 21 tempat wisata di empat desa tersebut, diidentifkasi sekitar 100 titik lebih yang berpotensi dan mempunyai kerentanan. Setelah mengidentifikasi berbagai titik potensi risiko, para kader relawan tersebut kemudian mendiskusikan berbagai tindakan yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dan mengantisipasi akibat yang bisa ditimbulkan.

Apa yang dilakukan kader relawan empat desa tersebut, memang merupakan langkah antisipatif yang bisa mengurangi dampak bencana serta penanganan pasca bencana. Hal tersebut akan makin mengurangi berbagai dampak yang bisa timbul di daerah lain, apabila warga di daerah tersebut juga bisa mengenali potensi dan risiko yang bisa terjadi pada perubahan iklim yang terjadi di wilayah mereka.

Memang bencana tidak akan bisa dihindari. Tapi dengan pengenalan terhadap potensi dan risiko yang ada, setidaknya akan bisa mengurangi dan meminimalkan kerugian serta korban akibat bencana yang terjadi. (*)

Oleh: Andung A. Kurniawan 

Penulis adalah Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia