Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Wayang Beber Karya Pelajar SMAN 1 Pacet

Bentuk Dalang dan Sinden Sendiri, Angkat Lakon Candra Kirana

14 Februari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa kelas XII SMAN 1 Pacet saat menggelar Wayang Beber di halaman kelas.

Siswa kelas XII SMAN 1 Pacet saat menggelar Wayang Beber di halaman kelas. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

Pagelaran sebuah karya barangkali menjadi bukti dari perjalanan proses berkesenian. Siswa SMAN 1 Pacet, Kabupaten Mojokerto menciptakan sebuah karya Wayang Beber yang digelar sebagai pertunjukan. Mereka membuat alur cerita, memainkan, hingga menjadi dalang dan sinden sendiri.

RABU pagi (13/2) satu panggung pagelaran sudah berdiri di halaman kelas SMAN 1 Pacet, Kabupaten Mojokerto. Serentetan gamelan, seperti saron, gong,kendang, dan angklung sudah menjadi instalasi panggung.

Beberapa pemusik dan barisan sinden sudah menata diri di sekitar panggung. Ternyata, pagi itu pelajar SMAN 1 Pacet tengah menggelar Wayang Beber. Itu adalah bukti dari hasil berkesenian mereka setelah melewati berbagai proses. Mulai dari melukis sendiri pada beberan kain, mengadaptasi cerita sendiri, meracik musik sendiri, didalangi, digelar sendiri, dan disaksikan bersama.

Total jumlah personelnyamencapai 267 siswa dari kelas XII. Hingga akhirnya terbentuk 18 dalang, 20 pemusik, dan sembilan sinden. Sisanya didaulat sebagai panitia pelaksana. Dari proses tersebut sebanyak sembilan gulungan sudah berhasil diciptakan. 

Mereka mengangkat cerita dengan Lakon Candra Kirana, adaptasi dari novel karya Ajib Rosidi. Para siswa ini meracik sendiri beberapa waktu sebelumnya. Racikan nada-nada alunan gamelan pun sudah dikawinkan dengan cerita yang dibacakan sang dalang.

Rabu (13/2) pagelaran karya mereka pun dipentaskan. Seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan. Semua siswa yang masih berseragam duduk bergerombol dan memfokuskan pandangan ke pagelaran Wayang Beber tersebut.

Para guru dan karyawan juga ikutan menikmati karya siswa-siswa kelas XII  tersebut. Bahkan, beberapa mahasiswa kesenian dari UNESA Surabaya juga turut hadir. Masing-masing, dua dalang silih berganti menempati tempat dalang yang berada di atas para sinden dan pemain musik.

Mereka memegang satu tongkat kecil yang sesekali disentuhkan ke beberan kain. Dalangnya bercerita, pemusik pun mengiringi, dan sinden mengikuti instruksi. Hingga sembilan gulungan itu selesai dengan durasi total empat jam.

Guru Seni Budaya SMAN 1 Pacet Arif Setiawan, mengungkapkan, budaya tentang Wayang Beber memang sudah dikenalkan kepada siswa lewat mata pelajaran seni budaya. ”Saat ini, mereka sudah bisa membuat sendiri, menulis dan melukis alur cerita sediri.

Meracik musik sendiri, mendalangi sendiri, hingga mementaskan menjadi sebuah pagelaran,” katanya. Kasek SMAN 1 Pacet Sutoyo, mengungkapkan, hal ini adalah suatu pencapaian yang patut diapresiasi. Siswa dengan semangat mau melestarikan budaya dan kesenian wayang.

Dalam hal kehidupan, banyak cara menjadi baik. ”Jika kesenian bisa membuat siswa menjadi baik, kenapa tidak?" pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia