Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gudang Tisu Terbakar Hebat, Bangunan Ambruk Rata dengan Tanah

12 Februari 2019, 07: 41: 48 WIB | editor : Mochamad Chariris

Gudang tisu di Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang mengalami kebakaran hebat. Konstruksi gudang hangus dan ambruk.

Gudang tisu di Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang mengalami kebakaran hebat. Konstruksi gudang hangus dan ambruk. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Sebuah gudang tisu di Dusun/Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto terbakar hebat Selasa (12/8) sekitar pukul 02.00 dini hari tadi.

Akibatnya, gudang berisi tisu afkir, kardus, glondongan karton, plastik, dan barang bekas tersebut ludes terbakar. Tak hanya itu, atap gudang berukuran 17 x 45 meter tersebut ambruk hingga rata dengan tanah.  

"Saya pas tidak tidur. Kemudian pukul 03.00 saya keluar rumah api sudah membakar atapnya," kata Shofi, 30, warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari gudang terbakar kepada radarmojokerto.id. Dia juga mendengar suara seperti tumbukan batu di gudang tersebut pada tengah malam tadi.

Warga yang tinggal di lokasi gudang terbakar memilih mengevakuasi perabotan rumah tangg dan barang-barang berharga.

Warga yang tinggal di lokasi gudang terbakar memilih mengevakuasi perabotan rumah tangg dan barang-barang berharga. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

Saat dia menuju belakang rumahnya ternyata kondisinya lebih parah. Kobaran api telah menjilat seluruh bangunan gudang belakang. Kamar mandi rumahnya pun ikutan tersulut api hingga hangus dan ambruk. "Saya langsung keluar rumah dan mengetuk pintu-pintu tetangga sambil teriak (minta tolong, Red), " tandasnya.

Warga pun berkerumun. Shofi kemudian bersama kedua anaknya mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Dokumen-dokumen penting serta motor turut diungsikan. Sementara sisanya masih berada dalam rumah.

Tak hanya itu, barang-barang penting dan perabotan rumah tangga milik warga lainnya turut diselamatkan dan dievakuasi keluar rumah untuk menghindari rumah tersulut api. Seperti yang dialami Mugiyono.

Dokumen-dokumen penting, meja, kursi, bantal, kasur dan beberapa barang lainnya dibawa ke luar rumah. "Khawatir ikut terbakar," ujar Mugiyono. Muhammad Irfan, 36 warga lainnya mengungkapkan, kepanikan warga setempat semakin memuncak karena warga tak berani mendekat. Mereka tidak berani memadamkan api secara manual, karena kobaran apinya cukup besar.

Mobil PMK baru datang sekitar pukul 03.00 dan langsung melakukan upaya pemadaman. Hingga berita ini ditulis proses pemadaman masih berlangsung. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia