Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ingin Jadi Kasek? Guru Wajib Kantongi Syarat Ini Dulu

12 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JPG for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Tidak semua guru dapat menduduki jabatan kepala sekolah (kasek). Mereka harus menjalani diklat untuk mendapatkan sertifikat calon kepala sekolah (cakep).

Sertifikat tersebut menjadi syarat wajib sebelum duduk di kursi pimpinan lembaga. Senin (11/2) Pemkot Mojokerto melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar diklat cakep yang diikuti 30 orang. Mereka berasal dari guru TK, SD, hingga SMP negeri di Kota Onde-Onde.

Kabid Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKD Kota Mojokerto, Albertus Endra A., mengatakan, puluhan guru tersebut disiapkan untuk menjadi calon kasek.

Namun, sebelum menduduki pimpinan lembaga, mereka harus lulus untuk mendapatakan sertifikat cakep. ’’Kalau tidak punya, tidak diakui oleh Kemendikbud,’’ terangnya.

Dia mengatakan, BKD hanya selaku penyelenggara dalam agenda yang berlangsung di Gedung Diklat Kota Mojokerto itu. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

Lembaga di bawah naungan Kemendikbud tersebut bakal melakukan penilaian untuk menentukan guru yang memenuhi syarat menduduki jabatan kasek. ’’Ada empat tahap yang diselenggarakan selama empat bulan,’’ paparnya.

Tahap pertama yaitu in service learning tahap pertama dilakukan mulai Senin (11/2) hingga Sabtu (16/2) nanti. Selanjutnya akan kembali dilanjutkan secara bertahap pada Maret, April, dan berakhir Mei mendatang.

Endra mengatakan, agenda tersebut merupakan program untuk menyiapkan kandidat guru yang akan diangkat kasek. Namun, sebelum diangkat, mereka diwajibkan untuk mengantongi sertifikat cakep.

Jika tidak, maka akan berdampak pada terkendalanya pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) nasional maupun tidak cairnya tunjangan sertifikasi guru (TPG). ’’Karena setelah diklat nanti guru akan menerima NUKS-nya (Nomor Unik Kepala Sekolah),’’ terangnya.

Masing-masing guru akan dilakukan penilaian selama proses diklat berlangsung. Nilai tersebut akan diakumulasikan untuk diranking. Hasil nilai itu lah yang akan menjadi bahan pertimbangan diangkat menjadi kasek.

’’Jadi guru-guru ini hanya calon saja. Jika dibutuhkan, mereka nanti yang akan diangkat,’’ pungkasnya. (ram/abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia