radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Mental Tim Sepak Bola Belum Sempurna

12 Februari 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim sepak bola Kabupaten Mojokerto berlatih serius di Stadion Gajah Mada Mojosari.

Tim sepak bola Kabupaten Mojokerto berlatih serius di Stadion Gajah Mada Mojosari. (Askab PSSI for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kurang dua minggu jelang pelaksanaan babak kualifikasi Porprov Jatim 2019, tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto terus mematangkan persiapannya.

Meski terkendala lapangan stadion yang dijadikan ajang pameran, tak lantas menghentikan proses latihan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Arief Catur dkk tetap diwajibkan melakoni serangkaian jadwal latihan yang telah dirancang.

Termasuk dua kali uji coba yang tetap dijadwalkan bisa berlangsung pekan ini di Mojokerto. Upaya tersebut sekaligus untuk memantapkan performa tim yang dinilai sudah menemukan bentuknya.

Yang persentasenya mencapai 80 persen dari total materi yang telah diberikan. ’’Saya kira tinggal 20 persen lagi-lah. Terutama soal mental dan pengalaman yang bisa diusahakan lewat uji coba,’’ tutur Nono Strihartowo, pelatih tim porprov.

Meski sebagian besar materi permainan telah dikuasai, Nono belum bisa menjamin tim asuhannya dapat dengan mudah meraih kemenangan. Sebab, pencapaian sebesar itu tidak hanya diraiha timnya saja.

Tapi, juga tim daerah lain yang telah melakoni proses pembentukan tim sejak beberapa bulan lalu. Justru, kekurangan 20 persen itu dapat mengakibatkan blunder ketika tidak mampu ditutupi dengan maksimal.

Sehingga dapat merugikan tim selama melakoni babak penyisihan nanti. ’’Saya sih berharapnya bisa seratus persen saat penyisihan nanti. Makanya itu, sisa dua minggu ini kita manfaatkan untuk menambah jam tanding lewat uji coba,’’ tambahnya.

Nono sendiri sudah menjadwalkan dua kali uji coba melawan tim selevel pada pekan ini. Yakni, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang yang tetap akan digelar di Stadion Gajah Mada Mojosari. Meski kondisi lapangan dinilai tak layak karena berhimpitan langsung dengan stan pameran.

Namun, upaya itu tidak bisa ditolak lagi. Sebab, untuk mencari lapangan alternatif yang representatif sulit diwujudkan. Sehingga mau tak mau tetap menggunakan lapangan stadion. ’’Kalau kondisinya ya saya kira seperti itu.

Ya dipaksakan saja meskipun nanti ada gangguan lain. Sudah kita tawarkan ke lapangan Yonif Para Raider 503, ternyata lawan yang tidak mau,’’ tambahnya. Tidak hanya di dalam kandang, performa Arief Catur dkk juga bakal diuji dengan sparing di luar kandang.

Upaya itu sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan diri 24 pemain, sehingga mampu bermain stabil di babak penyisihan nanti. Upaya itu sekaligus untuk mengantisipasi turnamen yang bakal menggunakan sistem drawing bebas. Di mana, setiap tim berpeluang bakal menjalani pertarungan sengit di luar kandang hingga paling jauh tanpa harus melewati persaingan di masing-masing regional.

’’Misalnya, kita dapat lawan dan tuan rumah di Sumenep. Ya terpaksa kita harus menginap di sana sampai babak penyisihan berakhir. Kalau harus pulang-pergi kan kasihan kondisi fisik pemain. Nah, maka dari itu, butuh mental yang kuat saat main di luar kandang,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia