radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Arek Malang Ditangkap, Bawa Sabu Seberat 50 Gram

12 Februari 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tersangka Teguh Imam Prasetyo saat diamankan di Mapolres Mojokerto.

Tersangka Teguh Imam Prasetyo saat diamankan di Mapolres Mojokerto. (Humas Polres Mojokerto for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Polisi berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu antarwilayah. Tiga orang tersangka dibekuk tim gabungan Satreskrim dan Satnarkoba Polres Mojokerto saat melakukan patroli rutin pada Jumat (8/2).

Satu komplotan ini terdiri atas Teguh Imam Prasetyo Budi, 31, warga Jalan Diponegoro RT 08/ RW 02, Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang; Robet Subastiyan, 22, warga Perum Bululawang Permai, Desa/Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, serta Muhammad Pujianto, 23, warga Dusun/Desa/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Dari ketiganya petugas mengamankan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 50,5 gram. Paur Humas Polres Mojokerto Ipda Tri Hidayati, mengungkapkan, saat patroli rutin, petugas gabungan ini melihat gerak-gerik mencurigakan dari dua tersangka asal Malang.

Tersangka Robet Subastiyan saat diamankan di Mapolres Mojokerto.

Tersangka Robet Subastiyan saat diamankan di Mapolres Mojokerto.

Yakni, Teguh dan Robet. Saat itu mereka berada di Jalan Raya Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari sekitar pukul 02.30. Akhirnya, petugas melakukan upaya pemeriksaan dan penggeledahan. Alhasil, kecurigaan polisi pun terbukti.

Petugas menemukan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 50,5 gram. ”Sabu-sabu dimasukkan plastik klip dan diisolasi warna hitam untuk menyamarkan,” katanya. Seketika itu, petugas melakukan upaya pengembangan. Dari pengakuan kedua tersangka, barang haram tersebut didapat dari Muhammad Pujianto.

Petugas kemudian bergerak menuju rumah Pujianto. ”Terasangka Pujianto berhasil diamankan di rumahnya,” ungkapnya. Semua tersangka berikut barang bukti sabu-sabu digelandang di mapolres. Petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa tiga unit handphone (HP), sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol N 4861 EAI berikut STNK, dan plastik klip kosong.

”Untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, petugas akan terus melakukan upaya penyelidikan dan pengembangan,” pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia