radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jahe Impor Dijual Rp 18 Ribu, Harga si Pedas Rp 10 Ribu

12 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ulipah, pedagang di Pasar Raya Mojokerto tengah menunggu pembeli di lapaknya.

Ulipah, pedagang di Pasar Raya Mojokerto tengah menunggu pembeli di lapaknya. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Terhitung sejak dua minggu terakhir ini, harga beberapa komoditas bumbu dapur dan sayuran di pasaran terpantau turun. Seperti cabai, bawang merah, wortel, dan tomat. Salah satu yang mengalami penurunan cukup signifikan adalah cabai.

Komoditas pedas ini mengalami penurunan harga hingga Rp 5 ribu per kilogram (kg). "Sekarang harganya Rp 10 ribu. Sebelumnya Rp 15 ribu per kg," kata Ulipah, 52, salah satu pedagang di Pasar Raya Mojosari, kemarin.

Padahal, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 lalu, harga si merah di kalangan petani saja sempat mencapai Rp 25 ribu – Rp 30 ribu per kg. Selain cabai, beberapa yang mengalami penurunan di antaranya adalah bawang merah, wortel, dan tomat.

Tingkat penurunannya cukup fluktuatif. Untuk bawang merah kualitas bagus, harga per kg sekitar Rp 16 ribu – Rp 17 ribu. Itu menurun seribu rupiah hingga Rp 2 ribu dari harga sebelumnya. ”Awalnya Rp 18 ribu per kg,” katanya.

Untuk bawang merah kualitas sedang Rp 12 ribu per kg dan kualitas biasa harganya Rp 9 ribu – Rp 10 ribu per kg. Sementara sayur wortel harga eceran Rp 7 ribu – Rp 8 ribu per kg. Menurun Rp 2 ribu dari harga sebelumnya Rp 10 ribu. 

Sedangkan harga tomat, sekarang hanya Rp 5 ribu per kg. Awalnya masih seharga Rp8 ribu. ”Jadi, dari semua yang naik itu, cabai yang mengalami penurunan harga paling besar,” ujarnya. Meski begitu, penurunan ini terjadi fluktuatif.

Tergantung kondisi di pasar. Artinya jika barang di pasar banyak, maka harga akan turun. Kedati demikian, selama dua minggu terakhir tak semua komoditas bumbu dapur dan sayuran turun. Beberapa di antaranya justru mengalami kenaikan harga. Seperti bawang putih, kemiri dan jahe.

Saat ini, harga bawang putih di pasaran diecer Rp 18 ribu per kg. ”Naik Rp 3 ribu. Awalnya hanya Rp 15 ribu,” katanya. Sementara untuk harga kemiri masih utuh Rp 45 kg dari sebelumnya Rp 45 ribu per kg.

Sedangkan kemiri pecah-pecah Rp 38 ribu per kg dari harga semula Rp 35 ribu. Harga jahe lokal Rp 20 per kilogram dari sebelumnya Rp 16 ribu. Untuk harga jahe impor naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu per kg.

Kenaikan harga biasanya dipengaruhi oleh transportasi pengiriman. Karena barang datang dari luar daerah. ”Naik karena ongkos pengiriman juga mahal. Jadi, berpengaruh pada kenaikan harganya,” katanya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia