Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibunda Terdakwa Kasus Aborsi Pingsan di Ruang Sidang

12 Februari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suendah, ibunda Cicik Rochmatul Hidayati, terdakwa kasus dugaan aborsi, tak sadarkan diri.

Suendah, ibunda Cicik Rochmatul Hidayati, terdakwa kasus dugaan aborsi, tak sadarkan diri. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Suendah, ibunda Cicik Rochmatul Hidayati, terdakwa kasus dugaan aborsi, mendadak pingsan di ruang sidang Pengadilan Negeri, Mojokerto, Senin siang (11/2).

Ia tak sadarkan diri saat menjadi saksi ade charge atas kasus dugaan aborsi yang dilakukan anak kandungnya tersebut. Ditemani suaminya, Mokhammad Mansyur, perempuan paro baya itu mendadak lemas saat menceritakan latar belakang anak perempuannya tersebut.

Menurutnya, Cicik dianggap sebagai anak yang cukup santun dengan lingkungan dan kedua orang tuanya. Terdidik di keluarga militer, keseharian Cicik dinilai sangat disiplin. ’’Pernah meminta untuk menikah. Tapi, keluarga melarang karena belum lulus kuliah,’’ papar dia.

Sebagai ibu yang telah mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan hingga merawatnya, Suendah mengaku sangat terpukul dengan munculnya kabar praktik aborsi yang dilakukan buah hatinya, pertengahan Agustus silam.

Ia pun meminta maaf ke masyarakat Mojokerto, kepolisian, hingga penuntut umum, atas peristiwa itu. Karena perbuatan anaknya tersebut, semua pihak dibuat geger.

’’Kami sebagai orang tua, juga meminta hukuman seringan-seringannya dari Pak Hakim. Ke depan, setelah menjalani hukuman, kami berjanji akan mendidiknya menjadi lebih baik,’’ tambah dia.

Di akhir kesaksiannya, kuasa hukum Cicik Rochmatul Hidayati, Kholil Askohar, SH, kembali melontarkan pertanyaan atas munculnya kabar aborsi itu. Perempuan berjilbab ini dengan nada pelan, mengaku telah gagal mendidik buah hatinya.

Di tengah keheningan itu, Suendah lemas dan tak sadarkan diri. Keriuhan pun berlangsung di ruang sidang Candra itu. Beberapa orang yang hadir, langsung memapahnya ke ruang laktasi. Tak lama setelah proses sidang tersendat, perempuan itu kembali siuman.

Ketua majelis hakim Hendra Hutabarat, SH, langsung menutup sidang dan menundanya pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan. Kholil menjelaskan, Cicik tak pernah berniat membunuh anaknya. Justru sebaliknya, ia berusaha menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit. ’’Namun, cara yang dipakai, tidak benar. Itu yang masih disesalkan keluarga,’’ jelasnya.

Terpisah, JPU M. Syarief Simatupang, SH, menerangkan, Suendah merupakan salah satu saksi yang dihadirkan penasihat hukum terdakwa. Agenda lain dalam sidang kemarin, adalah pemeriksaan terdakwa. ’’Pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan,’’ jelasnya. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia