Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pendaftar SMP Negeri dari Luar Kota Tak Dibatasi

12 Februari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali murid bersama putranya saat mengisi formulir PPDB di SMPN 1 Kota Mojokerto tahun lalu.

Wali murid bersama putranya saat mengisi formulir PPDB di SMPN 1 Kota Mojokerto tahun lalu. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Pasca melakukan pembahasan dengan DPRD, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto kembali mematangkan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Akhir pekan lalu, rancangan sistem zonasi juga kembali dibedah bersama dewan pendidikan dan kepala sekolah. Tahun ini, tidak ada pembatasan siswa luar kota. Karena seleksi hanya akan mengacu pada jarak kedekatan rumah.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto Amin Wachid, menjelaskan, teknis PPDB tahun ajaran 2019-2020 sudah mendekati final. Sebab, draf rancangan awal telah dilakukan pembahasan bersama legislatif dan dewan pendidikan kota.

Amin menyatakan, secara umum tidak banyak berubah dari konsep semula. Hanya saja, ada beberapa poin yang dilakukan penyempurnaan. ’’Intinya semua telah sepakat. Karena sistem zonasi ini kebijakan nasional. Tapi kita perlu tampung beberapa masukan sebelum diterapkan,’’ terangnya.

Pasalnya, terdapat beberapa perbedaan mendasar dari pelaksanaan PPDB tahun lalu. Sistem penerimaan kali ini bakal mengacu pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru 2019.

Sehingga, proses seleksi hanya mengacu pada kedekatan rumah dengan sekolah. Tanpa mempertimbangkan sekolah asal maupun nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD-MI. Dia mengatakan, untuk pendaftaran reguler ke SMPN Kota bakal membuka tiga jalur.

Di antaranya adalah jalur zona dengan kuota 90 persen dari total daya tampung sekolah. Selain itu, juga dibuka jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua atau wali murid. Keduanya dijatah dengan pagu masing-masing maksimal 5 persen.

Amin menjelaskan, khusus untuk jalur zona, sekolah hanya akan mempertimbangkan kedekatan jarak tempat tinggal dengan sekolah. Acuannya berdasarkan alamat di KK (kartu keluarga). ’’Jadi pertimbangannya bukan nilai ujian (USBN) dan asal sekolah, tapi berdasarkan alamat rumah yang diukur sesuai titik koordinat,’’ paparnya.

Dia menegaskan, alamat setiap calon siswa telah terekam di data pokok pendidikan (dapodik) SD-MI sederajat. Pihaknya juga telah menyiapkan aplikasi khusus guna menghitung jarak domisili dengan sekolah yang dituju.

’’Calon siswa yang jarak rumahnya paling dekat dengan sekolah berpeluang lebih besar untuk diterima,’’ paparnya. Proses pendaftaran jalur reguler tetap melalui online.

Setiap calon siswa yang masuk akan secara otomatis diseleksi menggunakan sistem. Oleh karena itu, tahun ini tidak lagi dilakukan pembagian zona. Kota Onde-Onde ditetapkan menjadi satu wilayah zona.

Selain itu, calon siswa juga dibebaskan untuk memilih mendaftar ke sembilan lembaga SMPN di Kota Mojokerto. Namun, masing-masing hanya berkesempatan untuk mendaftar di tiga sekolah.

Amin menambahkan,  PPDB tahun ini juga meniadakan pembatasan bagi siswa dari dalam maupun luar kota. ’’Meski domisilinya luar kota tapi kalau jarak rumahnya dekat dengan sekolah di kota akan berpeluang bisa diterima,’’ tandasnya. 

Oleh karena itu, khususnya bagi sekolah yang berada di wilayah perbatasan bisa menampung berapa pun siswa dari luar kota. Dalam rangka PPDB kali ini, pihaknya juga bakal melayangkan memorandum of understanding (MoU) dengan tiga daerah yang berbatasan langsung dengan kota.

Yakni, Kabupaten Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo. Amin menambahkan, pihaknya menargetkan rumusan PPDB 2019 ini akan ditetapkan menjadi Peraturan Wali Kota (Perwali) pada bulan ini.

Sedangkan agenda PPDB akan digulirkan pada Mei mendatang. ’’Ini sedang kami proses. Insya Allah akhir Februari ini kita naikkan untuk menjadi Perwali,’’ pungkasnya.

Berdasarkan hasil jumlah pagu yang akan dibuka untuk 9 SMP sebanyak 2.048 kursi. Selain online, sekolah juga akan membuka jalur nonreguler secara offline. Yakni, melalui jalur prestasi akademik dan nonakademik.

Selain itu juga membuka kelas khusus olahraga di tiga sekolah. Antara lain, di SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4, yang hanya menerima satu rombongan belajar (rombel).

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia