Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Warga Permukiman Diserang DBD, Polisi Turun Tangan

11 Februari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Polsek Mojoanyar bersama warga melakukan fogging di perumahan Bumi Jabon Estate, Desa Gayaman, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto.

Petugas Polsek Mojoanyar bersama warga melakukan fogging di perumahan Bumi Jabon Estate, Desa Gayaman, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Beberapa bulan terakhir ini, wilayah Mojokerto diserang wabah demam berdarah dengue (DBD). Beberapa upaya pun dilakukan banyak pihak. Termasuk kepolisian.

Minggu (10/2) Polsek Mojoanyar melakukan fogging atau pengasapan di perumahan Bumi Jabon Estate 1 Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Hal itu lantaran sepuluh warga terserang DBD. Bahkan, harus menjalani perawatan rumah sakit.

Ketua Lingkungan Perumahan Bumi Jabon Estate, Farid, mengungkapkan, ada sepuluh warga yang menjalani perawatan hingga kemarin. ’’Dari 80 kepala keluarga yang tinggal, ada 10 warga yang terserang DBD. Selebihnya, ada yang sempat dirawat juga. Namun sudah diperbolehkan pulang,’’ katanya.

Menurutnya, wabah ini sudah mulai menyerang sejak dua bulan terakhir. Namun, karena warga perumahan kebanyakan tidak ber-KTP asli Mojokerto, jadi tidak nampak. ’’Padahal aslinya juga banyak yang terkena,’’ katanya.

Seperti Anggun Surya, 42. Salah satu warga perumahan itu sempat dirawat di RS Dian Husada selama lima hari akibat terserang DBD. ’’Saya opname lima hari mulai hari Kamis (29/1). Ini sudah pulang. Namun tetangga banyak yang masih dirawat,’’ katanya.

Surya yang merupakan warga asli Kabupaten Banjarnegara ini semenjak keluar dari RS masih merasa waswas terserang lagi. Dia akhirnya melakukan upaya manual sendiri untuk memberantas nyamuk di rumahnya. ’’Kalau sore banyak nyamuk. Ya khawatir jadi saya menggunakan semporotan pembasmi nyamuk,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Mojoanyar AKP Adam Muhari, menuturkan, pihaknya melakukan fogging lantaran warga di perumahan tersebut sudah banyak yang terserang DBD. ’’Ada sekitar 10 yang kena. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Hingga saat ini juga masih dirawat di rumah sakit,’’ katanya. 

Agar jumlah penderita tidak bertambah, pihaknya berinisiatif melakukan fogging. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, seluruh titik di wilayah perumahan tersebut diasapi. Baik di pekarangan rumah, got-got saluran air dan juga taman.

’’Ya paling tidak hal ini mudah-mudahan bisa sedikit membantu warga agar DBD tidak semakin mewabah,’’ pungkas Adam. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia