Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Komplotan Curanmor Kambuh, Sehari Gondol Dua Pikap dan Motor

11 Februari 2019, 16: 55: 26 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian Polsek Mojosari melakukan olah tempat kejadian perkara kasus pencurian kendaraan.

Petugas kepolisian Polsek Mojosari melakukan olah tempat kejadian perkara kasus pencurian kendaraan. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Spesialis pencurian kendaraan bermotor kembali meneror keamanan wilayah Mojokerto. Buktinya, dalam sehari saja setidaknya ada dua mobil pikap dan sepeda motor hilang digondol kawanan maling.

Kali pertama pelaku kejahatan itu beraksi di rumah Sugiyatno, 68, warga Dusun/Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (7/2) sekitar pukul 02.30 WIB. Setidaknya, satu unit pikap nopol W 8310 XG hilang dibawa kabur kawanan pencuri.

Pencurian ini pertama diketahui korban pada pagi harinya. Saat itu, korban yang keluar rumah terkejut lantaran melihat pikap miliknya sudah tidak ada di lokasi semula. Pikap yang sebelumnya diparkir di depan rumahnya hilang. Proses pencarian di sekitar rumah dan tetangga sempat dilakukan.

Namun, tak membuahkan hasil. ’’Korban ditafsir mengalami kerugian Rp 60 juta,’’ tutur Agus, salah satu warga kemarin. Diduga pencurian ini terjadi antara pukul 02.00 sampai 02.30 dini hari. Sebab, di jam-jam itu sebelumnya ada saksi yang hendak berangkat ke pasar sempat melihat pikap milik korban dibawa kabur dari teras rumah.

Namun, karena tak mengira jika pelakunya adalah pencuri saksi pun mengabaikan. Mereka yang kebetulan tetangga korban melanjutkan perjalanan ke pasar untuk berdagang. ’’Saksi tahunya ya dikira orangnya mau keluar kemana.Jadi, ya dibiarkan,’’ terangnya.Ternyata anggapan itumeleset.

Pagi harinya ternyata apa yang dipergoki saat berangkat ke pasar tersebut adalah komplotan maling. Sontak, peristiwa itu membuat geger warga setempat. Hilangnya pikap di depan rumah itu lantas menyita perhatian warga. ’’Padahal, dari keterangan pemiliknya, sekitar pukul 02.00 WIB mobil diketahui masih berada di lokasi,’’ terangnya.

Dalam rentan yang sama, pencurian pikap juga terjadi di rumah Noviliyah, 36, Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. Pencurian itu kali pertama diketahui ayah korban, Jumadi, sekitar pukul 04.00 WIB saat hendak pergi ke masjid melangsungkan salat Subuh berjamaah. ’’Saat dilihat ternyata mobil sudah tidak ada di depan teras rumah,’’ tutur korban.

Padahal pikap Mitsubishi nopol S 9940 PB warna putih sekitar pukul 02.00 WIB saat Jumadi pulang dari masjid setelah melangsungkan salat malam mobil masih terparkir. Akibatnya, kerugian ditafsir mencapai Rp 60 juta. Berutung, mobil Honda Jazz yang terparkir berjajar dengan pikap masih berada di tempat.

Setelah pelaku diduga gagal merusak kunci mobil Honda Jazz. ’’Pintu mobilnya juga sudah rusak. Mungkin karena takut kesiangan, pelaku akhirnya memilih kabur,’’ pungkasnya. Kini, kedua kasus pencurian itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Mojosari. Kanitreskrim Polsek Mojosari Ipda Heru Prasetyo Nugroho membenarkan adanya kasus pencurian dua mobil pikap tersebut.

’’Peristiwanya terjadi hampir bersamaan,’’ ungkapnya. Bahkan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kurun waktunya tak lebih dua jam. Diduga dua TKP yang lokasinya berbeda itu juga dilakukan satu komplotan. ’’Melihat modus dan kejadiannya ini kami duga pelakunya satu tim,’’ tuturnya.

Secara otomatis pelakunya juga lebih dari satu orang. Sebagai upaya penyelidikan pihaknya sudah mengantongi sejumlah barang bukti. Termasuk STNK, BPKB dan kontak mobil. ’’Sekarang pelaku dalam penyelidkan resmob di lapangan,’’ pungkasnya.

Di hari yang sama, pencurian juga terjadi di Desa Padi,  Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Satu unit sepeda motor Honda Vario nopol S 5179 PU milik Puspita yang diparkir di tepi jalan hilang digondol pelaku. Kejadiannya diketahui sekitar pukul 12.00 WIB saat itu motornya dibawa ibunya ke sawah.

Meski sempat dilakukan pengejaran, namun upaya itu gagal setelah pelaku diduga dua orang tanjap gas ke arah Jalan Raya Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet.’’Ciri-cirinya, satunya agak gemuk. Satunya lagi biasa aja. Ciri-ciri Honda Vario putih belakang ada tempelan merah,’’ katanya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia