Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Stadion Gajah Mada Dipakai Event Pameran, Latihan Terganggu

09 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tenda, wahana permainan anak serta panggung hiburan milik pameran berdiri kokoh di pinggir lapangan Stadion Gajah Mada Mojosari.

Tenda, wahana permainan anak serta panggung hiburan milik pameran berdiri kokoh di pinggir lapangan Stadion Gajah Mada Mojosari. (Istimewa for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Persiapan intensif yang dilakoni tim sepak bola porprov Kabupaten Mojokerto sejak tiga bulan terakhir kembali menghadapi kendala. Namun, kali ini kendalanya urusan regulasi atau persoalan internal tim.

Melainkan tentang tempat latihan yang terganggu oleh aktivitas selain olahraga. Di mana, Stadion Gajah Mada Mojosari yang selama ini dijadikan home base justru digunakan kegiatan pameran atau pekan raya yang juga menyajikan hiburan musik.

Situasi ini tak pelak mengganggu proses pembentukan tim yang mulai memasuki fase mendebarkan. Yang mana, anak asuh Nono Strihartowo ini bakal menjalani babak kualifikasi porprov yang tinggal tiga minggu lagi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, aktivitas persiapan pameran sebenarnya sudah terlihat sejak tiga hari lalu. Di mana, tim penyelenggara sudah mulai mendirikan tenda tempat stan, wahana permainan anak, hingga panggung hiburan di dalam kompleks stadion.

Meski posisi tenda sebagian besar di pinggir atau di atas lintasan lari, namun tak bisa dipungkiri sejumlah bangunan lain justru sudah menyentuh rumput lapangan. Terlihat pula panggung hiburan berukuran besar letaknya tepat di tepi garis. Akan tetapi, arahnya justru menghadap ke dalam lapangan.

Sehingga memungkinkan penonton yang melihat hiburan musik dangdut berada di dalam dan menginjak rumput lapangan. ’’Kami menyesalkan adanya pameran yang ditaruh di dalam stadion. Meskipun posisinya di pinggir lapangan, tapi ada sebagian aktivitas lain justru berada di dalam.

Bahkan, ada aktivitas mobil yang menyentuh rumput lapangan. Apalagi, saat ini musim hujan, rumput rentan rusak,’’ tutur Alfiyah, pengurus Askab PSSI Mojokerto. Situasi ini pun turut memengaruhi aktivitas latihan Arief Catur dkk. Di mana, konsentrasi latihan mereka secara tidak langsung bakal terpecah.

Meski terdapat tempat alternatif lain. Namun, proses pemindahan latihan tak semudah yang dibayangkan. Anak asuh Nono Srihartowo ini harus terlebih dulu menunggu izin dari pengelola lapangan. Apalagi, dalam waktu dekat, tim yang disiapkan untuk ajang empat tahunan ini bakal menjalani uji coba melawan tim selevel dari daerah lain.

Yakni, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan yang dijadwalkan bergulir pekan depan di Stadion Gajah Mada. Namun, karena terdapat aktivitas pameran, uji coba pun terancam batal jika tidak menemukan lapangan lain yang lebih representatif.

’’Ya nggak tahu nanti bagaimana.Kalau nggak ada tempat lain ya terpaksa kita pakai stadion meskipun ada tenda-tenda yang berdiri,’’ pungkas Nono.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia