Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Warga Trawas Diminta Waspadai Potensi Longsor Susulan

07 Februari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Material longsor di Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas sudah dievakuasi Kamis (6/2).

Material longsor di Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas sudah dievakuasi Kamis (6/2). (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Material longsor yang sempat menutup akses jalan Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto akhirnya dievakuasi Kamis (6/2).

Longsoran berupa tanah, batu, dan rumpun bambu menutup akses warga menuju Dusun Sukorame selesai dievakuasi pukul 13.00. Menyusul, sebelumnya material longsor itu menimpa jalan sepanjang 30 meter hingga 50 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Akibatnya, sekitar 45 kepala keluarga terisolir dan tidak bisa melewati akses jalan dusun tersebut. Kepala Dusun Sukorame Rohman, mengungkapkan, longsor di jalan dusun tersebut sebenarnya terjadi di dua titik.

Ada satu titik di dekat jalan masuk Dusun Sukorame sudah dibersihkan dengan cara manual oleh masyarakat setempat. ”Itu Selasa (5/2) paginya. Sore hari kok longsor lagi lebih besar di titik yang lain,” ujarnya.

Karena warga tidak mampu melakukan evakuasi di titik longsor kedua secara manual, akhirnya pihaknya berkoordinasi dengan pihak Koramil Trawas. Selanjutnya meminta bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Mojokerto untuk upaya penanganan.

 Dikatakan Rohman, sebelumnya belum pernah terjadi longsor di jalan tersebut. ”Baru kali ini saja,” katanya. Menurut Rohman, dua bulan yang lalu memang jalan tersebut masih sempit dan tidak bisa dibuat akses kendaraan roda empat. Sehingga, dilakukan pelebaran jalan tersebut. Kemudian pasca hujan lebat yang mengguyur ternyata tebingnya ambrol.

”Namun kita sudah berencana dengan kades untuk membangun plengsengan menanggulangi longsoran berikutnya,” katanya. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini, mengungkapkan, sejak bulan Januari cuaca terutama hujan di wilayah Kabupaten Mojokerto cukup tinggi.

Sebelum terjadi longsor, durasi hujan tiga sampai empat jam. Kemudian terjadilah longsor di lokasi jalan Dusun Sukorame. Di lokasi, Zaini menilai situasi dan kondisi terasering di tebing jalan dusun tersebut sudah parah. Ditambah vegetasi yang berfungsi sebagai penahan tebing sangatlah kurang. Sehingga, saat diguyur hujan, tebing langsung ambrol.

Atas kondisi tersebut, Zaini menilai, bahwa di lokasi tersebut rawan akan bahaya longsor susulan. Dia menyarankan agar jalan tersebut sementara tidak dilewati sampai penguatan tebing selesai. ”Saya sarankan pasca evakuasi longsor, petugas desa untuk segera menuntaskam penguatan tebing tersebut. Kalau belum selesai jangan dilewati dulu, karena rawan longsor susulan,” tandasnya.

Hal itu lantaran pasca dilakukan pelebaran jalan, tebing tersebut tidak ada penahan sama sekali. Pemasangan papan-papan peringatan juga dinilai penting supaya masyarakat tahu dan berhati-hati. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia