Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dibantu 20 Orang Pintar, Jasad Irfan Akhirnya Muncul ke Permukaan

07 Februari 2019, 07: 13: 25 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ninis Eryani menunjukkan foto anaknya Irfan semasa hidup di rumahnya Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Ninis Eryani menunjukkan foto anaknya Irfan semasa hidup di rumahnya Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Warga Dusun/Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto digemparkan dengan hilangnya Irfan Galih Nugroho, 10, Selasa petang (5/2). Bahkan, warga menganggap hilangnya bocah berkebutuhan khusus itu serasa tak wajar.

Setelah proses pencarian berlangsung hingga 17 jam. Irfan akhirnya ditemukan. Tepat di kubangan air bekas galian batu bata merah di bawah rimbunan pohon bambu. Tapi, dalam kondisi tak bernyawa.

Jasad Irfan kali pertama diketahui Alexandra, 28, dan tim relawan kemarin (6/2) sekitar pukul 11.30. ’’Saat ditemukan, kondisi tubuhnya tertelungkup. Kami langsung evakuasi,’’ kata Achmad Zaenuri, relawan.

Penemuan itu langsung membuat geger warga di lokasi. Warga yang sebelumnya sudah ikut melakukan pencarian sejak Selasa malam (5/2) berlarian menuju lokasi penemuan jasad Irfan.  Setibanya di lokasi, warga sempat berteriak histeris dan tak sanggup membendung air mata.

Situasi itu juga membuat ibu korban, Ninis Eryani, 42, kaget. Mendengar tangisan dan teriakan warga, Ninis yang berada di dalam rumah bergegas keluar menuju kerumunan warga di lokasi kubangan.

Belum sampai di bibir kubangan, Ninis menghentikan langkahnya. Ninis terdiam sembari menutup bibirnya dengan ke dua tangan. Sorot matanya menerawang ke arah jasad Irfan yang mengambang di kubangan. Seolah tak percaya. Tak lama kemudian, tangis Ninis pecah.

’’Tubuhnya (Irfan) tadi (kemarin, Red) muncul ke permukaan setelah air kami obok-obok dengan tongkat bambu sekitar 10 menit,’’ tambah Alexandra, warga setempat.

Menurutnya, hilangnya bocah berkebutuhan khusus ini sempat membuat gempar warga. Puluhan warga sempat melakukan pencarian,namun kesulitan menemukan. Berulangkali penyisiran dilakukan, tak juga membuahkan hasil.

Termasuk, saat pencarian di lokasi kubangan dimana jasad Irfan ditemukan. ’’Kubangan itu mempunyai kedalaman tiga meter. Dari kemarin malam, sudah berulang kali kami cari, kami obok-obok tapi tidak ketemu,’’ tandasnya.

Kondisi itu lantas membuat warga dan keluarga melakukan pencarian dengan membunyikan panci atau peralatan dapur. Sebab, dengan cara tradisional ini warga meyakini dapat membantu proses pencarian. Sementara ada 20 orang orang pintar yang secara sukarela membantu mencari korban.

’’Kami akhirnya sempat mengepung lokasi kebun bambu. Para warga disebar diseluruh area kebun bambu. Sampai subuh, ternyata tidak ditemukan juga,’’ tandasnya.Namun, setelah dilanjutkan pencarian, sekitar pukul 11.30 Irfan akhirnya ditemukan. Namun, sudah dalam kondisi tak bernyawa. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia