Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jelang Tahap Pelunasan BPIH, CJH DIminta Tuntaskan Tes Kesehatan

06 Februari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melakukan perekaman dan foto paspor kepada CJH di Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melakukan perekaman dan foto paspor kepada CJH di Kemenag Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Pasca disepakatinya besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019 oleh pemerintah dan DPR, Kemenag Kabupaten Mojokerto mengimbau calon jamaah haji (CJH) untuk segera menuntaskan proses pemeriksaan kesehatan tahap pertama.

Mengingat, tahapan tersebut menjadi syarat wajib untuk melakukan pelunasan BPIH. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali, menyebutkan, besaran BPIH telah disahkan usai rapat kerja komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin Senin (4/2).

Hasilnya, direct cost atau biaya yang harus ditanggung jamaah haji sebesar Rp 35.235.602 per orang. ”Betul sudah disetujui oleh panja (panita kerja) DPR. Tapi, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus ditempuh,” terang Mukti, kemarin (5/2).

Nominal ongkos haji tersebut nyaris tidak mengalami kenaikan dibanding musim haji sebelumnya. Dia menggaris bawahi bahwa Rp 35,2 jutaan itu merupakan biaya rata-rata nasional.

Oleh karena itu, masih harus melalui proses selanjutnya untuk ditentukan besaran BPIH di masing-masing wilayah embarkasi. Mukti menyatakan, keputusan itu akan ditetapkan melalui terbitnya surat Keputusan Presiden (Keppres).

Dia menyatakan, besaran BPIH setiap wilayah embarkasi akan berbeda. Karena dihitung berdasarkan kebutuhan operasional selama perjalanan pergi ke Tanah Suci. ”Kabupaten Mojokerto masuk dalam Embarkasi Surabaya (SUB), bisa dipastikan biayanya sedikit di atas biaya rata-rata nasional,” ujarnya.

Karena biaya rata-rata nasional tahun ini hampir tidak ada kenaikan dibanding tahun lalu, maka besaran BPIH wilayah SUB juga diprediksi tidak jauh beda dengan musim haji sebelumnya.

Berkaca pada besaran rata-rata BPIH tahun 2018 telah disepakati sebesar Rp 35.235.290. Sedangkan berdasarkan Keppres Nomor 7 Tahun 2018, wilayah SUB dibebankan sebesar Rp 36.091.845 per jamaah. Atau selisih sekitar Rp 856.555.

Oleh sebab itu, dia memperkirakan besaran BPIH wilayah SUB tahun ini tetap berkisar Rp 36 juta hingga Rp 37 jutaan per jamaah. ”Kepastian itu kita nunggu terbitnya Keppres, Embarkasi Surabaya nanti besarannya berapa,” tandasnya.

Mukti mengatakan, Keppres diprediksi akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. Setelah itu akan diikuti dibukanya pembayaran pelunasan BPIH. Dengan demikian, pihaknya mengimbau bagi jamaah yang masuk dalam kuota haji tahun ini untuk segera menyiapkan kebutuhan materi melakukan pelunasan.

”Insya Allah tidak lama lagi masa pelunasan tahap pertama itu dimulai,” terangnya. Proses pembayaran sisa setoran awal haji reguler itu diperkirakan akan dilangsungkan pada pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta CJH untuk segera menuntaskan pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Pasanya, tahapan medis itu menjadi syarat untuk melakukan pelunasan BPIH. ”Info dari dinas kesehatan, ternyata masih belum 100 persen melakukan tes kesehatan tahap pertama,” ungkapnya.

Bagi jamaah yang belum memenuhi pemeriksaan tahap awal itu, maka dipastikan tidak akan bisa melakukan pelunasan. Oleh karena itu, CJH masih diberi kesempatan untuk mendatangi puskesmas di masing-masing wilayah asal untuk melakukan pemeriksaan.

Di sisi lain, mulai Senin (4/1), CJH asal Kabupaten Mojokerto juga mulai melakukan proses perekaman paspor. Pengurusan dokumen keimigrasian itu dilakukan secara massal oleh Kantor Keimigrasian Kelas I Khusus Surabaya di Kantor Kemenag Mojokerto.

Agenda itu akan berlangsung hingga Kamis (7/2) besok. Tercatat selama dua hari pelaksanaan, sekitar 700 CJH telah melakukan perekaman foto paspor. Kemenag menargetkan akan mencakup sekitar 1.500 dari 2 ribu jamaah yang berhak berangkat haji tahun ini. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia