Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Laga Lawan Borneo FC Bisa Jadi Momen Perpisahan

06 Februari 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Laga Lawan Borneo FC Bisa Jadi Momen Perpisahan

MOJOKERTO – Leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia sore ini bisa jadi pertarungan paling berat yang dijalani skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) sepanjang kiprahnya di level Liga 2 dan Piala Indonesia.

Betapa tidak, dijamu tim level Liga 1, Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, The Lasmojo dituntut mampu memenangi laga dengan margin skor minimal 2 gol dari tuan rumah jika ingin lolos ke babak berikutnya.

Tuntutan tersebut setelah di leg pertama Laskar Majapahit gagal meraup poin penuh usai dikandaskan skuad Pesut Etam 1-3 di Stadion Gajah Mada Mojosari, Selasa (29/1) lalu. Sehingga memaksa setiap pemain bekerja lebih ekstra demi memaksimalkan hasil pertandingan menjadi tiga poin.

Namun, beban penggawa Laskar Majapahit tidak hanya itu. Pertandingan nanti bakal menjadi yang terberat andai saja mereka gagal merealisasikan target. Di mana, 19 pemain beserta 4 pelatih ofisial PSMP bisa sekaligus berpisah untuk selama-lamanya.

Kondisi itu tak lepas dari sanksi larangan bermain yang diberikan Komdis PSSI setelah PSMP dituding terlibat match fixing di empat pertandingan Liga 2 musim 2018 lalu. Sehingga memaksa pemain berpindah dan mencari klub lain demi melanjutkan karir lebih cerah.

’’Ya intinya pemain sudah siap mental semuanya. Apa pun yang diraih di pertandingan besok, sudah menjadi hasil yang maksimal,’’ ungkap Jamal Yastro, pelatih PSMP.

Namun ungkapan Jamal itu bukan berarti pernyataan untuk mengalah begitu saja atas tuan rumah di laga nanti. Ia dan anak asuhnya tetap akan memberikan perlawanan keras terhadap tuan rumah apa pun kondisinya.

Meski hanya berkekuatan 19 orang, bukan tidak mungkin Indra Setiawan dkk bisa merepotkan rapatnya pertahanan Borneo FC yang digawangi Dieogo Michaels dkk. Perlawanan itu juga tak lepas dari motivasi pemain yang ingin menunjukkan skill terbaiknya ke manajemen klub Liga 1 atau Liga 2 jika mereka layak dikontrak sesuai lepas dari PSMP.

’’Apalagi pertandingan besok kan disiarkan live di TV nasional. Saya kira anak-anak punya motivasi tinggi dalam merepotkan tim lawan,’’ tambahnya. Untuk strategi bermain, Jamal mengaku tak ada instruksi khusus yang bakal ia terapkan kepada Indra Setiawan dkk. Dirinya hanya menginginkan anak asuhnya bisa bermain efektif seperti kala tampil di Liga 2 musim 2018.

Pun demikian dengan susunan pemain dalam line-up, ia akan menurunkan pemain yang siap secara mental dan fisik. Sehingga apa yang diharapkan bisa terwujud meski dengan segala keterbatasan. ’’Kita hanya akan bermain efektif saja. Karena waktu untuk membenahi tim secara menyeluruh sudah tidak mungkin. Anak-anak hanya kita minta untuk menjaga kondisi dan mental saja,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia