radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Si Cantik dari Gurun Pasir

03 Februari 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua jenis gecko yang kini mulai digemari para pecinta reptil di Mojokero.

Dua jenis gecko yang kini mulai digemari para pecinta reptil di Mojokero. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

DInegara asalnya, tokek cantik ini hidup digurun pasir,daratan India, Pakistan, hingga Iran. Dia biasa mencari makan dicelah-celah bebatuan cadas.Mengincar serangga dan menangkap dengan juluran lidahnya secepat kilat.Bagi pecinta reptil, hewan ini dinamai gecko atau tokek leopard.

Berbeda dengan tokek Indonesia. Meski hidup di alam bebas, hewan cantik ini tak bisa memanjat dinding atau menempel di atap-atap rumah. Cakarnya yang tajam menyulitkan untuk menempel pada bangunan vertikal yang halus.

Awal tahun 2000-an, banyak pecinta reptil terkesima dengan keindahan kulit gecko.Ukuran tubuhnya yang mungil dansangat jinak tak menyulitkan bagi pemeliharanya.Gecko pun dicintai banyak kalangan.Dari anak usia TK hingga lansia. Devy Purty, salah satu pecinta sekaligus peternak gecko, mengatakan, perawatan hewan mungil ini memang tak sesulit yang dibayangkan.

Gecko hanya makan dua kali dalam satu minggu.Satu ekor gecko biasanya melahap tiga hingga lima serangga jenis jangkrik, ulat, atau belalang.Devy dengan sabar merawat gecko dirumahnya.Ia mencatat satu persatu telur yang barusaha dikeluarkan dari dalam perut.Lalu, memindahkanya di dalam kotak plastik disertai alat pengukur suhu.Saat telur menetas, giliranGecko kecil dirawat.

Ia menyuapinya dengan ulat atau larva sebagai umpan makan.Lalu, menjualnya jika sudah dewasa. Seperti ikan hias, banyak pecinta gecko yang meletakanya di kotak kaca berisi pasir bebatuan dan menjadi hiasan diruang tamu.Di Mojokerto komunitas pecinta gecko makin bertambah.Disaat hari minggu atau libur sekolah, banyak dijumpai gecko yang dipamerkan diruang-ruang publik.

Biasanya ini dilakukan oleh sesama pecinta reptil. Mereka sengaja berkumpul dan berbagi pengalaman. Komunitas reptil ini biasa ditemui di kawasan alun-alun atau di depan Pemkot Mojokerto Jalan Gajah Mada. Tak jarang pertemuan mereka menjadi perhatian masyarakat sekitar. ”Dengan memelihara gecko kita bisa menyelamatkan spesies yang hampir punah. Bahkan, di negara asalnya sana,” ungkap Yosep salah satu pecinta gecko. 

(mj/fan/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia