Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ustad dan Santri Jadi Sasaran Beasiswa Kemenag

30 Januari 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pondok Pesantren Al-Amin di Jalan Raya RA Basuni, Kecamatan Sooko salah satu pesantren di Kabupaten Mojokerto.

Pondok Pesantren Al-Amin di Jalan Raya RA Basuni, Kecamatan Sooko salah satu pesantren di Kabupaten Mojokerto. (Muh. Ramly/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Ustad dan santri pondok pesantren di Kabupaten Mojokerto kembali mendapat angin segar. Pasalnya, tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan biasiswa kuliah ke luar negeri dan dalam negeri.

Kasi Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rohmat, mengatakan, untuk pemberian biasiswa kuliah ke luar negeri dan dalam negeri tersebut memang telah direncanakan sejak lama. Dan Kemenag Kabupaten Mojokerto sudah mendapatkan infomasi tentang hal tersebut dari Kemenag pusat.

Namun, mengenai kuota yang akan diberikan bagi ustad dan santri di Kabupaten Mojokerto, untuk saat ini belum ada kejelasan pasti. ”Yang jelas, tahun ini akan diberikan untuk ustad dan santri,’’ katanya kemarin (29/1).

Informasi yang disampaikan Kemenag pusat, lanjur Rohmat, kuota program biasiswa yang diberikan dan disebar di suluruh Indonesia mencapai 5 ribu kuota. ”Dan semoga dari 117 pondok pesantren di Kabupaten Mojokerto nantinya bisa mendapatkan semua,’’ harapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kecamatan Pacet tersebut menjelaskan, tujuan Kemenag memberikan biasiswa tersebut, selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di pesantren, juga agar para ustad dan santri nanti tetap menyebarkan dan mempertahankan moderasi agama.

”Apalagi dari dulu, jarang sekali biasiswa yang diberikan kepada pesantren. Jadi, ini sangat baik sekali,’’ lanjutnya. Tidak hanya itu, kata Rohmat, dari kemajuan teknologi dan informasi saat ini, ajaran ekstrem dan kekerasan atas nama agama sudah semakin luas dan mengancam NKRI.

Akhirnya, Kemenag percaya bahwa ustad dan santri akan bisa melawan problematika tersebut. ”Dari biasiswa ini nanti, Kemenag menginginkan, agar mereka bisa menyebarkan paham yang baik tentang agama. Dan menjadi perdamain di negeri ini,’’ ujarnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia