Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Harga Daun Seledri Pacet Turun Menjadi Rp 5 Ribu

30 Januari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Seorang petani membersihkan rerumputan di areal persawahan daun seledri miliknya di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Seorang petani membersihkan rerumputan di areal persawahan daun seledri miliknya di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Anjloknya harga daun seledri sudah dirasakan oleh kalangan petani sejak sepuluh hari lalu. Harga jual salah satu jenis komoditas sayuran ini turun, bahkan nyaris mencapai dua kali lipat.

Hal itu lantaran harga sayuran dinilai fluktuatif tergantung stok di pasaran dan kapasitas hasil panen para petani. ”Ya sekarang barangnya banyak. Jadi, ya harganya turun,” kata Risa, 40, salah seorang petani di Dusun Terong Malang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet.

Menurut Risa, turunnya harga daun seledri sudah terjadi sejak sepuluh hari lalu. Yaitu, dari sebelumnya dijual Rp 13 ribu per kilogram, kini anjlok hingga menyentuh harga Rp 7 ribu per kg. Kendati demikian, dengan harga Rp 7 ribu itu tidak mengakibatkan kerugian di kalangan petani.

Hal itu dikarenakan dari modal biaya penanaman dan perawatan tidak begitu besar. Artinya, petani masih bisa mendapatkan keuntungan dengan harga Rp 7 ribu per kg. ”Hitungannya dijual Rp 5 ribu per kilogram saja masih bisa untung. Meski tipis,” ujarnya.

Risa menjelaskan, untuk biaya pembelian benih, seperti benih padi, yaitu dihitung per meter. Dia membeli benih dari daerah Batu, Malang dengan harga berkisar Rp 50 ribu per meter. Di sawah miliknya dia cukup membeli 15 meter benih saja.

Dari benih tersebut, Riza bisa memanen daun seledri tersebut dari 11 kali hingga 13 kali panen. ”Ini saya sudah panen sebulan. Hitungan panennya lima hari sekali,” katanya. Dari satu bulan masa panen tersebut, Risa sudah panen sekitar 2,5 ton daun seledri.

Di sawah miliknya itu, dia masih akan bisa memanen lima kali panen lagi. Untuk akhir-akhir ini, cuaca dinilai tidak mendukung. Karena daun seledri bagus jika di musim panas. Artinya, hasil tak maksimal jika hujan sudah deras. ”Daunnya kuning, akarnya kemasukan air bisa busuk dan jamuran,” katanya. Setelah ini, Risa akan mengganti sawahnya dengan menanami padi. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia