Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Rurin Fauziah Ilmiana, Pelukis Sketsa Wajah

Baru Terima Order saat Semester V, Kini Merambah Medsos

28 Januari 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rurin Fauziah Ilmiana menunjukkan hasil karya seni sketsa wajah.

Rurin Fauziah Ilmiana menunjukkan hasil karya seni sketsa wajah.

Sejak kecil, Rurin Fauzia Ilmiana memiliki kesukaan di bidang seni lukis. Saat tumbuh besar dia belajar seni rupa. Rurin juga belajar banyak bidang ilmu alam.

Seperti anatomi, antropologi, dan semiotika. Ilmu itu seolah dikolaborasikan untuk membuat goresan seni rupa dengan membuat sketsa seseorang.

BAGI Rurin Fauzia Ilmiana, seni rupa ibarat caranya untuk menikmati hidup, membersihkan jiwa, dan tanamkan kejujuran. Selain itu, melalui goresan tangannya, dia juga bisa mendapatkan banyak inspirasi, menggali kreativitas, serta munculkan ide dan gagasan.

Rurin merupakan dara asal Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Rurin, sapaan akrabnya, mahir melukis sketsa wajah dan karikatur melalui media kertas dengan pensil. Dia seakan memiliki darah seni sejak kecil.

Terbukti dia sering ikut berbagai perlombaan menggambar sejak di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Sejak saat itu, goresan tangan Rurin telah mendapatkan apresiasi dengan mendapatkan juara.

Saat tumbuh besar, bakatnya semakin diperdalam ketika diterima menjadi mahasiswa di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dia juga sering mengikuti kompetisi lukisan di kampus. Beberapa pameran pun diikutinya.

Salah satunya pameran complication syndrom tahun 2013 dengan perwakilan perupa dari kampus lain. Kemudian transaksi romantisme benda dan cinta tahun 2014,  kompetisi karya mahasiswa seni murni 2015, dan pemeran lainnya.

Berbagai pengalaman itu mengantarkan dirinya untuk merambah di dunia bisnis. ’’Saya baru berani terima orderan lukisan saat semester V kuliah tahun 2014 dulu,’’ terangnya.

Aliran lukisan yang digelutinya pun cenderung fokus pada sketsa wajah dan karikatur. ’’Karena sudah mulai lumayan gambar wajah, baru berani terima pesanan,’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, pemesan jasanya itu berawal dari teman yang minta untuk digambarkan sketsa wajah. Perlahan, hasil karyanya mulai tersebar ke sesama teman yang lain. Kini, dia semakin mengembangkan sayap untuk mencoba peruntungan melalui media sosial instagram.

Rurin menjelaskan, menggambar sketsa wajah tidak mudah. Karena membutuhkan ketelatanen ekstra dan fokus tinggi. Terlebih, hasil lukisan harus dibuat semirip mungkin dengan objek model atau foto.

’’Sebelum selesai, pasti saya tanyakan dulu pada customer kurangnya apa. Agar sesuai dengan yang diharapkan dan tidak mengecewakannya,’’ ucapnya.

Perempuan kelahiran 1995 ini, menjelaskan, setiap karya lukisan mampu diselesaikan dalam tempo sehari. Namun, jika terbentur aktivitas yang lain, terkadang 2-3 hari. ’’Tapi kalau longar pernah juga dalam sehari membuat 4 sketsa wajah,’’ tandasnya.

Selain teman, pemesanan jasa lukisan juga datang dari dosen saat kuliah dulu. Bahkan tidak jarang dia melayani pemesanan dari luar kota. Terkait harga sketsa wajah, Rurin mematok cukup terjangkau.

’’Harga biasanya tidak menentu tergantung detail dan kualitas foto. Kalau fotonya jelas detail lebih mahal,’’ jelasnya. (eli puspitasari)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia