Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Giliran Tabloid Pesantren Kita Menyebar di Mojokerto

28 Januari 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tabloid yang ditemukan Bawaslu Kota Mojokerto.

Tabloid yang ditemukan Bawaslu Kota Mojokerto. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pasca beredarnya tabloid Indonesia Barokah, kini muncul tabloid Pesantren Kita. Di Mojokerto, tabloid dengan konten yang mirip tersebut, ditemukan menyebar di tiga kecamatan.

Yakni, di Kecamatan Magersari, Kota Mojoketo; Kecamatan Kutorejo, dan Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Di Kota Mojokerto, penyebarannya di kompleks sekolah. Sementara, di Kabupaten Mojokerto, tabloid itu ditujukan ke pondok pesantren.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, mengatakan, tabloid yang condong ke salah satu kandidat pilpres itu ditemukan di Al Azhar, Kedundung, Kecamatan Magersari. ’’Kami temukan itu bersamaan dengan tabloid Indonesia Barokah,’’ ungkapnya.

Pesantren Kita memiliki isi senada dengan tabloid Indonesia Barokah. Pesantren Kita terbit 1 November-1 Desember 2018. Di halaman depan dengan headline Santri Milenial Penggerak Ekonomi Nasional. Media ini beralamat redaksi Jalan Kayu Manis 8 Gang Sengon IV Utan Kayu, Matraman, Jakarta Selatan.

Al Azhar merupakan satu dari sembilan pesantren yang terdata telah menerima kiriman tabloid Indonesia Barokah. Selain Al Azhar, pesantren lainnya adalah Sabilul Muttaqin Jalan Wahid Hasyim, Tarbiyatul Aulad Jalan Pendidikan Pulo Wetan, Al Khodijah Surodinawan, Nurul Huda Jalan KH Usman, Miftahul Hikmah Kemasan Blooto, Al Hasyimiyah Cakarayam, Assholihiyah Penarip, dan Manbaul Quran Bancang Wates.

Ulil menambahkan, meski bawaslu tak berhasil melakukan penyitaan, namun pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian atas pemetaan penyebaran surat kabar tersebut. ’’Kalau soal konten, tentu bukan keahlian kami. Nanti akan kita koordinasikan dengan Dewan Pers,’’ tambahnya.

Untuk itu, meski bawaslu sudah mendata identitas penerima, namun belum melakukan penyitaan. Yang dilakukan sejauh ini, sekadar meminta menyerahkan saja. ’’Kami sudah dapat 6 eksemplar. Dan kami simpan di kantor,’’ pungkasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Mojokerto, penyebaran tabloid Pesantren Kita ditemukan di Kecamatan Kutorejo dan Gondang. Beruntung, surat kabar yang ditujukan ke pondok pesantren dan masjid itu masih tertahan di kantor pos.

Urungnya pendistribusian oleh kantor pos ini disebahkan instruksi dari kantor Pos Indonesia pusat ke seluruh cabang. Termasuk di Kabupaten Mojokerto yang baru mendapat instruksi menangguhkan pengiriman, Jumat lalu.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faisal, mengatakan, tabloid Pesantren Kita hanya ditemukan di dua kecamatan. Namun, tabloid Indonesia Barokah sudah tersebar di seluruh kecamatan. ’’Awalnya kami hanya mendeteksi sembilan kecamatan. Sekarang sudah tersebar di seluruh kecamatan,’’ paparnya, kemarin.

Meskipun menyasar seluruh kecamatan, namun sebagian besar masih tertahan di kantor pos. ’’Pengiriman ada dua gelombang besar. Yang pertama, banyak yang lolos dan sudah terdistribusikan,’’ jelasnya.

Hingga saat ini, bawaslu memastikan jika kedua tabloid tersebut tak masuk kategori black campaign. Namun, untuk menjaga kondusivitas, bawaslu hanya melakukan inventarisasi, pencegahan penyebaran, dan koordinasi dengan kepolisian. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia