radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader

Hampir Seluruh Kecamatan di Kabupaten saat Ini Rawan Banjir

27 Januari 2019, 21: 47: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Nurullah.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Nurullah. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

Akhir-akhir ini cuaca ekstrem terus membayangi. Bencana tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang pun kerap terjadi. Ratusan rumah tersebar di puluhan desa dari delapan kecamatan terkena imbasnya.

Sejauh mana langkah Pemkab Mojokerto dalam mengatasi hal tersebut. Berikut bincang-bincang Abe Arsyad bersama Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Nurullah.

Ada berapa jenis bencana yang berpotensi terjadi di Mojokerto?

Ada tiga jenis bencana. Meliputi, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Apa saja yang menjadi penyebab bencana tersebut terjadi?

Untuk bencana banjir disebabkan karena intensitas hujan yang lebat, dan berdurasi lama. Sehingga berdampak pada naiknya debit air sungai. Akibat kurangnya reboisasi pada pegunungan, sehingga mengakibatkan berpotensi banjir bandang. Selain itu, banyak penebangan pohon dan juga tanggul yang kritis. Pintu air atau klep tidak berfungsi dengan baik. Juga karena membuang sampah sembarangan di sungai.

Tanah longsor karena tingginya curah hujan, hutan gundul, maraknya pertambangan pasir di Mojokerto. Sedangkan angin kencang karena banyaknya permukian, kurangnya lahan kosong, peningkatan tekanan udara di wilayah asia yang saat ini terjadi di musim dingin. Posisi matahari yg berada di selatan khatulistiwa karena gerak semua tahunan matahari menyebabkan di wilayah Indonesia dan samudera Hindia akan banyak terbentuk daerah tekanan rendah.

Akibat dari perbedaan tekanan antara dataran asia dan Indonesia yang cukup besar ini adalah pergerakan masa udara dari asia menuju Indonesia yg cukup kuat beberapa hari terakhir.

Ada berapa titik di Kabupaten Mojokerto yang dinilai rawan banjir?

Hampir di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Mojokerto saat ini rawan banjir. Kecamatan Pacet ada 4 desa, Gondang 10 desa, Pungging 14 desa, Ngoro 13 desa, Mojosari 8 desa, Kutorejo 9 desa, Dlanggu 7 desa, Puri 12 desa, Sooko 13 desa, Dawarblandong 11 desa, Jetis 14 desa, Mojoanyar 12 desa, dan Bangsal 15 desa.

Ada berapa titik di Kabupaten Mojokerto yang dinilai rawan tanah longsor?

Ada lima kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Trawas 5 desa, Pacet 7 desa, Gondang 6 desa, Jatirejo 8 desa, dan Ngoro ada 2 desa.

Bagaimana penanganan pra bencana alam tersebut?

Kami sudah melakukan updating peta rawan bencana, serta sudah melakukan pemasangan EWS peringatan dini. Selain itu, ada juga rencana kontijensi BPBD dan juga ada aplikasi Sistim Informasi Mojokerto Bencana (SIMONA) yang bisa diakses oleh semua masyarakat melalui android. Sehingga  antisipasi sejak dini bisa dilakukan. Mitigasi bencana dan sosialisasi, kita juga sudah mengupayakan puskesmas tangguh bencana, sekolah atau madrasah aman bencana, dan desa tangguh bencana.

Siapa saja yang punya andil untuk mengatasi bencana tersebut?

Pada dasarnya ada tiga, sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Kebencanaan. Yaitu, yang pertama dari kalangan masyarakat, bisa seperti warga dan relawan. Yang kedua dari pelaku dunia usaha. Dan yang terakhir dari kalangan pemerintah.

Imbauan BPBD kepada masyarakat?

Hendaknya masyarakat selalu waspada terhadap perubahan cuaca, dengan selalu berkomunikasi dengan BPBD. Serta selalu update cuaca melalui program SIMONA (Sistim Informasi Mojokerto Bencana). Perhatiakan tanda-tanda yang timbul. Antara lain durasi hujan yang lebih dari 2-3 jam, warna air kecokelatan, dan tanda gemuruh. Apabila ada tanda tersebut segera waspada dan menghindar. 

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia