Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

NU Kumpulkan Kiai Pesantren Waspadai Dampak Peredaran Tabloid

27 Januari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ketua PC NU Kota Mojokerto KH Sholeh Hasan.

Ketua PC NU Kota Mojokerto KH Sholeh Hasan. (Istimewa for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Ketua PC NU Kota Mojokerto KH Sholeh Hasan juga turut menyikapi peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang belakangan beredar di lingkungan pesantren. 

Kiai Sholeh mengimbau, agar setiap pesantren, kiai, dan para pengurus masjid di Kota Mojokerto tetap waspada dan berhati-hati dalam menyikapi keberadaan tabloid tersebut. Dengan harapan, lingkungan pesantren dan masjid tidak mudah disusupi dengan aroma politik praktis. Baik dalam bentuk tabloid maupun hal lain.

Pasalnya, jika hal itu terjadi, lanjut Kiai Sholeh, dikhawatirkan justru akan memunculkan perpecahan seiring memasuki tahun politik. ”Sangat disayangkan. Kami (PC NU, Red) segera mengumpulkan kiai-kiai pesantren, agar pesantren dan masjid melakukan tindakan supaya (tabloid, Red) tidak semakin menyebar,’’ terangnya kepada radarmojokerto.id.

Rencana pengumpulkan para kiai pesantren ini akan dilakukan pekan depan. ”Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan kiai dan pesantren soal ini. Intinya, agar pesantren tidak dimasuki politik praktis,” imbuhnya. Tidak hanya itu, Kiai Sholeh meminta, pesantren dan masjid tidak mudah terseret dalam persoalan politik praktis. Dengan dalih atau cara apa pun.

”Karena dampaknya sangat bahaya. Nanti bukan menghasilkan kedamaian, tapi perpecahan masyarakat. Kalau soal pilihan, ya itu pribadi masing-masing-lah,’’ ujarnya.

Sebelumnya diketahui, tersebar Tabloid Indonesia Barokah dengan framing berita yang menyudutkan pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sembilan pondok pesantren di Kota Mojokerto.

Di antaranya adalah Pondok Pesantren (PP) Sabilul Muttaqin di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Mentikan; Al Azhar di Jalan Azhar, Kelurahan Kedundung: Tarbiyatul Aulad di Jalan Pendidikan, Lingkungan Pulowetan, Kelurahan Pulorejo; Al Khodijah, Kelurahan Surodinawan; Nurul Huda di Jalan KH Usman, Kelurahan Surodinawan; Miftahul Hikmah, Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto; Al Hasyimiyah di Jalan Cakarayam, Kelurahan Mentikan; Assholihiyah di Jalan Penarip, Kelurahan Kranggan; dan Manbaul Quran di Jalan Bancang, Kelurahan Wates. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia