Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Bencana Masih Menghantui, Rumah Warga Hancur Tertimpa Pohon

26 Januari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pohon yang menimpa rumah warga Dusun Sebani, Desa Pesanggrahan, Kec. Kutorejo, Kab. Mojokerto saat dievakuasi oleh relawan.

Pohon yang menimpa rumah warga Dusun Sebani, Desa Pesanggrahan, Kec. Kutorejo, Kab. Mojokerto saat dievakuasi oleh relawan. (Abe Arsyad/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO -Curah hujan yang tinggi membuat wilayah Mojokerto terus dibayangi bencana. Kabupaten maupun Kota Mojokerto. Selain longsor, banjir, juga empasan angin kencang.

Hujan disertai angin kencang mengempas wilayah Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, banyak pohon tumbang. Dalam dua hari terakhir ini tercatat ada 10 pohon. Selain mengakibatkan macet, juga menimpa rumah warga dan warung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini, mengungkapkan, memang dua hari terakhir ini wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang menuju lebat dengan kecepatan angin 30 kilometer per jam yang berembus dari arah Barat.

Angin yang cukup kencang itu terjadi di beberapa kawasan hingga menyebabkan terjadinya pohon tumbang di beberapa titik. Kamis (24/1) sekitar pukul 17.30 dan hampir secara bersamaan ada tiga pohon tumbang.

Di antaranya, di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari; di Jalan Raya Mojokerto-Mojosari tepatnya di Dusun Krewengan, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari; dan satu lagi di Jalan Raya Desa Tangunan, Kecamatan Puri. Dengan diameter bervariasi.

Masing-masing 50 sentimeter, 40 sentimeter dan 20 sentimeter. Karena tiga pohon tersebut tumbang ke badan jalan, lalu lintas sempat terhambat. Selain di lokasi tersebut, sekitar pukul 19.30 pohon tumbang juga terjadi di Dusun Pangi, Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo, dengan diameter pohon sekitar 40 sentimeter.

Pohon itu juga tumbang ke badan jalan. Sehingga, membuat akses pengguna jalan terhenti.  Atas kejadian tersebut tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto kemudian menuju ke lokasi kejadian melakukan pemotongan pohon dan pembersihan pohon tersebut.

’’Pukul 18.00 semua pohon tumbang yang di sore hari telah berhasil dievakuasi. Sementara yang Jatirejo pukul 21.30 baru selesai dievakuasi. Akses jalan kembali normal pasca selesai ditangani,’’ katanya.

Zaini menambahkan, pohon tumbang itu tak hanya berimbas pada akses lalu lintas saja. Beberapa pohon tumbang juga menyasar warung dan juga rumah warga. Kamis (24/1) sekitar pukul 19.30, Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, pohon tumbang menimpa rumah warga. Akibatnya, atap rumah warga tersebut rusak berat.

’’Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya,’’ katanya. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan masyarakat terkait tindak lanjut evakuasi. Akhirnya, kemarin pagi proses evakuasi bersama relawan dan warga setempat selesai dilakukan.

Hari berikutnya Jumat (25/1) sekitar pukul 13.00 satu pohon petai berdiameter 50 sentimeter tumbang di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal. Pohon tersebut menimpa badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas. ’’Pukul 13.45 pohon sudah dievakuasi oleh tim BPBD, PLN, dan warga setempat,’’ katanya.

Dan arus lalu lintas kembali lancar, tertib dan aman. Pada saat yang hampir bersamaan, di Jalan Kartini Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dua pohon jenis Sono dengan diameter sekitar 50 sentimeter tumbang dan menimpa dua warung.

Akibatnya, warung berukuran sekitar 3x7 meter itu mengalami kerusakan pada atap dan rombongnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ’’Pukul 16.00 pohon berhasil dievakuasi oleh relawan, pihak BPBD, DLH dan warga setempat,’’ pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia