Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Masjid dan Pesantren Jadi Target Penyebaran Tabloid

26 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Komisioner Bawaslu Kota Mojokerto saat berkoordinasi ke Kantor Pos Cabang Mojokerto, Jumat (25/1).

Komisioner Bawaslu Kota Mojokerto saat berkoordinasi ke Kantor Pos Cabang Mojokerto, Jumat (25/1). (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendata sudah sembilan kecamatan di Kabupaten Mojokerto menerima tabloid Indonesia Barokah. Meski sebagian tertahan di kantor pos, namun sebagian yang lain sudah terdistribusikan ke masjid dan pesantren.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faisal, mengatakan, sembilan kecamatan yang menjadi sasaran pengiriman tabloid itu adalah Kecamatan Gedeg, Jetis, Ngoro, Pungging, Mojosari, Gondang, Dlanggu, Kutorejo, dan Trowulan.

Dari sembilan kecamatan yang dituju, ungkap Dody, sebagian besar masih tertahan di kantor pos. Sementara, sisanya sudah sampai tujuan. Seperti pondok pesantren di kawasan Pungging. ’’Ponpes Nurul Islam Jabon Tegal, Pungging. Di lokasi ini kami menemukan dua eksemplar tabloid,’’ ujarnya kepada radarmojokerto.id Jumat (25/1).

Setiap masjid dan pesantren yang menjadi sasaran penyebaran tabloid itu, dikatakannya, selalu terdapat satu amplop cokelat dengan isi dua hingga tiga eksemplar.

Menurutnya, meski sejauh ini bawaslu tak memiliki kewenangan melakukan penyitaan, namun pengawasan atas peredaran surat kabar dengan konten condong ke salah satu paslon Pilres tersebut, dilakukan sangat serius. ’’Perintah yang kami terima, masih sebatas itu. Melakukan pendataan dan pengawasan,’’ imbuh dia.

Ia memprediksi, penyebaran tabloid itu akan menyasar setiap kecamatan. Makanya, kemarin, ia pun mendatangi Kantor Pos Cabang Mojokerto untuk berkoordinasi atas pengiriman tabloid tersebut. ’’Semua proses pengiriman melalui kantor pos. Untuk itu, perlu koordinasi lebih lanjut untuk mengantisipasi terjadinya pengiriman lanjutan,’’ papar Dody.

Komisioner Bawaslu yang lain, Ahmad Basori, menambahkan, pendistribusian tabloid itu sudah dua hari terakhir. pengiriman dilakukan secara masif oleh kurir kantor pos. ’’Jadi, tidak hanya hari ini. Tetapi, sudah dua hari lalu sudah ada yang menerima,’’ jelasnya.

Pun demikian dengan Bawaslu Kota Mojokerto. Kemarin, Ketua Bawaslu Ulil Absor juga langsung terjun ke kantor Pos Cabang Mojokerto di Jalan Ahmad Yani. Ia menerangkan, meski tak memiliki kewenangan melakukan penyitaan, namun ia dan jajarannya tetap mewaspadai penyebaran tabloid tersebut.

Apakah ada black campaign melalui konten dalam tabloid tersebut? ulil menjelaskan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Bawaslu Jatim. ’’Untuk sementara, kita hanya melakukan pendataan saja,’’ pungkasnya.

Di Kota Mojokerto, terdata sembilan pesantren yang menjadi sasaran penyebaran tabloid dengan yang berisi 13 rubrik berita menyudutkan paslon pilpres Prabowo-Sandiaga tersebut. Sembilan pesantren itu adalah Sabilul Muttaqin Jalan Wahid Hasyim; Al azhar Jalan Azhar, Kedundung; Tarbiyatul Aulad Jalan Pendidikan Pulo Wetan; Al Khodijah Surodinawan; Nurul Huda Jalan KH Usman; Miftahul Hikmah Kemasan Blooto; Al Hasyimiyah Jalan Cakarayam; Assholihiyah Penarip; dan Manbaul Quran Bancang, Wates. (ron/abi)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia